Persepsinews.com, Samarinda – Proyek Teras Samarinda Tahap II yang telah digencarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda sejak tahun 2023 lalu kini memasuki tahap akhir meskipun sempat mengalami penundaan. Pemkot Samarinda memastikan bahwa proyek ini akan selesai pada Juli 2024 mendatang.
Kawasan ini akan diubah menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) dengan konsep mewah dan modern, memberikan ruang bagi warga untuk bersantai dan menikmati pemandangan Sungai Mahakam. Desainnya terinspirasi dari konsep yang sering ditemukan di luar negeri.
Sebagai bagian dari upaya untuk merealisasikan proyek Teras Samarinda, Pemkot Samarinda telah menyurati para pedagang buah di depan Pasar Pagi, meminta mereka untuk pindah berjualan.
Relokasi ini kemungkinan besar akan dilakukan ke Pasar Harapan Baru. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa kawasan yang akan menjadi RTH bisa dibersihkan dan dioptimalkan sesuai rencana.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Samarinda, Marnabas, memberikan informasi terkini terkait proses relokasi ini. Ia menyampaikan bahwa sebagian besar pedagang buah di depan Pasar Pagi telah memulai bongkar mandiri lapak mereka.
“Alhamdulillah, sebagian pedagang buah depan Pasar Pagi sudah mulai bongkar sendiri,” ujar Marnabas melalui WhatsApp kepada pewarta Terkiniku.com, Kamis (27/6/24).
Proses pembongkaran lapak pedagang buah di depan Pasar Pagi masih berlangsung. Marnabas mengakui bahwa proses ini belum sepenuhnya selesai. Namun, ia berharap seluruh pedagang dapat direlokasi sebelum 1 Juli mendatang, seiring dengan dimulainya proyek Teras Samarinda Tahap II.
Pemkot Samarinda berupaya keras agar relokasi ini berjalan lancar dan semua pedagang dapat menempati lokasi baru di Pasar Harapan Baru tanpa hambatan.
“Masih berproses, semoga sebelum tanggal 1 Juli sudah bersih semua di lokasi,” tandas Marnabas. Ia juga menambahkan bahwa Pemkot Samarinda terus berkoordinasi dengan para pedagang untuk memastikan bahwa proses relokasi berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan masalah di kemudian hari.
Proyek Teras Samarinda Tahap II ini diharapkan dapat menjadi ikon baru bagi Kota Samarinda. Dengan adanya Ruang Terbuka Hijau yang modern, masyarakat Samarinda akan memiliki tempat yang nyaman untuk bersantai dan beraktivitas.
“Selain itu, kawasan ini juga diharapkan dapat menarik wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, sehingga dapat meningkatkan perekonomian lokal,” terusnya.
Proses relokasi pedagang buah ini memang menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkot Samarinda. Namun, dengan dukungan dan kerjasama dari semua pihak, diharapkan semua dapat berjalan dengan lancar. Para pedagang buah yang direlokasi ke Pasar Harapan Baru juga diharapkan dapat menjalankan usaha mereka dengan baik di lokasi yang baru.
Pemkot Samarinda telah memastikan bahwa Pasar Harapan Baru memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas perdagangan para pedagang buah tersebut.
Sebagai tambahan, Pemkot Samarinda juga berencana untuk terus meningkatkan fasilitas dan infrastruktur di Pasar Harapan Baru agar dapat memenuhi kebutuhan para pedagang dan pengunjung.
Dengan demikian, proses relokasi ini tidak hanya akan memberikan manfaat bagi proyek Teras Samarinda, tetapi juga bagi para pedagang yang direlokasi. (Lis)













