Persepsinews.com, Samarinda – Dalam sebuah pertemuan penting di Istana Garuda, Ibu Kota Nusantara (IKN), Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur, Akmal Malik, mengajukan gagasan inovatif yang menarik perhatian Presiden Joko Widodo dan para menteri.
Akmal Malik mengusulkan agar rapat koordinasi mingguan kementerian digelar secara bergilir di IKN, yang diyakini dapat memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Kalimantan Timur.
“Ide ini, selain memperkuat hubungan antara pusat dan daerah, juga berpotensi meningkatkan kunjungan ke IKN, membawa manfaat ekonomi yang nyata bagi Kalimantan Timur,” ujar Akmal Malik dalam presentasinya.
Dengan mengadakan rapat di IKN, setiap kementerian bisa menyelenggarakan hingga 34 rapat dalam setahun. Ini melibatkan kepala dinas dan pejabat dari seluruh Indonesia, yang diharapkan dapat mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah tersebut.
Presiden Joko Widodo merespons usulan Akmal Malik dengan antusias, bahkan menyebutnya sebagai ide brilian yang sejalan dengan visi pembangunan IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia. Menurut Presiden, gagasan ini dapat memperkuat pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur yang saat ini tercatat tumbuh sebesar 7,2%.
“Gagasan Akmal Malik ini sangat kreatif dan inovatif. Kita perlu mendukung ide-ide seperti ini yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Presiden Jokowi.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden Jokowi juga menekankan pentingnya peran gubernur sebagai pemimpin yang dapat menciptakan kolaborasi kuat antara pusat dan daerah. Presiden menegaskan bahwa sinkronisasi program-program pusat di tingkat daerah sangat penting untuk mendukung keberhasilan pembangunan IKN.
Setelah pertemuan, Akmal Malik menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan dan apresiasi dari Presiden. Ia menegaskan bahwa implementasi dari arahan Presiden menjadi prioritas utama dalam upaya memajukan Kalimantan Timur.
“Kami sangat gembira dengan dukungan dari Presiden Jokowi. Implementasi dari arahan beliau adalah yang paling penting, terutama dalam upaya sinkronisasi program-program pusat di tingkat daerah,” tutup Akmal Malik. (Lis)













