Persepsinews.com, Samarinda – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur telah memutuskan untuk menggelar upacara peringatan di Stadion Utama Palaran, Samarinda.
Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menyatakan bahwa perubahan lokasi ini diharapkan dapat menyatukan seluruh komponen masyarakat Kalimantan Timur dalam semangat kebangsaan yang kuat.
“Keputusan untuk mengadakan upacara di Stadion Utama Palaran merupakan upaya untuk menghadirkan suasana peringatan yang lebih meriah dan inklusif, sekaligus memberikan kesempatan bagi lebih banyak warga untuk berpartisipasi,” ujar Sri Wahyuni.
Sri Wahyuni menekankan pentingnya kehadiran seluruh aparatur sipil negara (ASN), serta tenaga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Daerah (PPPD), dalam upacara ini. “Kami telah menginstruksikan kepada semua perangkat daerah untuk memastikan kehadiran para pegawai di upacara pagi dan sore hari,” tegasnya.
Untuk memperkaya makna perayaan, para peserta upacara diinstruksikan untuk mengenakan pakaian adat dan seragam resmi. Pejabat eselon II, termasuk kepala dinas, badan, dan biro, akan mengenakan pakaian adat daerah, sedangkan eselon III dan IV akan menggunakan pakaian sipil lengkap atau pakaian daerah. Staf pelaksana diharapkan hadir dengan seragam Korpri, sementara tenaga PPPK dan PPPD akan mengenakan seragam putih hitam.
“Peringatan HUT RI ini bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga sebagai bentuk penghormatan terhadap pengorbanan para pahlawan bangsa,” tambah Sri Wahyuni.
Selain upacara di Stadion Utama Palaran, Sri Wahyuni juga mengumumkan bahwa upacara serupa akan digelar di Ibu Kota Nusantara (IKN), yang akan dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo. Acara di IKN akan dihadiri oleh tokoh-tokoh penting dari Kalimantan Timur, termasuk tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, serta jajaran Menteri Kabinet Indonesia Maju dan pimpinan lembaga.
“Meski kehadiran dari unsur Pemerintah Provinsi Kaltim di IKN akan terbatas, kami tetap berharap warga Kaltim dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk mengunjungi IKN di waktu lain,” tutup Sri Wahyuni. (Lis)













