Persepsinews, Samarinda – Dalam upaya pengentasan kemiskinan, Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) menyiapkan anggaran sebesar Rp 6,5 miliar untuk membantu pengembangan usaha warga kategori tak mampu.
Bantuan pengembangan usaha ini akan dibagi untuk masyarakat kurang mampu di seluruh kabupaten dan kota Benua Etam.
Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Ishak mengatakan, anggaran bantuan 2024 itu bersumber dari APBD Kaltim yang merupakan realisasi dari program Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE) dan Kelompok Usaha Bersama (KUBE).
Ia menekankan, bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang tunai namun dalam bentuk barang dengan jenis bervariasi.
“Dalam pengentasan kemiskinan, kami dari dinsos tetap ingin selesai secara paripurna, karna itu, tidak hanya sekedar bantuan langsung sembako, kami juga bergerak bagaimana pemberdayaan ekonominya,” tutur Andi saat di konfirmasi di Samarinda (15/8/2024).
“Dengan ini, kami berikan bantuan wanita rawan resiko ekonomi dan kelompok usaha bersama untuk semua kabupaten dan kota,” lanjutnya.
Para penerima bantuan terlebih dahulu diberikan Bimbingan Teknis (Bimtek), terutama dalam hal penggunaan barang bantuan hingga tata cara pengelolaan usaha yang baik.
Anggaran yang disiapkan bagi setiap daerah akan berbeda. Sebab menyesuaikan data yang diusulkan dari Dinsos tiap kabupaten dan kota.
Andi Ishak menyebut, saat ini program tersebut sudah berjalan di 8 kabupaten dan kota.
“Ini adalah upaya kami mendorong mereka, agar bisa berkembang dan tidak butuh bantuan lagi, 8 kabupaten kota tinggal 2 lagi,” ungkapnya.
Dinsos Kaltim memastikan program tersebut sebenarnya sudah lama dijalankan. Namun selama ini hanya beberapa daerah saja yang dapat, seperti Samarinda dan Balikpapan.
Ia menegaskan bahwa program tersebut semata-mata untuk membantu masyarakat kategori miskin agar dapat membuka usaha secara mandiri.
Melalui program ini, para penerima bantuan didorong untuk berwirausaha secara mandiri. Dengan harapan, kesejahteraan ekonomi terus meningkat. (Ozn)













