spot_img

Hartono Basuki Soroti Kondisi Pekerja di IKN dan Pentingnya Perlindungan Kemanusiaan dalam Pembangunan

Persepsinews.com, Sangatta – Anggota Komisi IV DPRD Kalimantan Timur, Hartono Basuki, menyampaikan keprihatinan mendalam terhadap kondisi pekerja di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam peninjauannya di lapangan, Hartono menyatakan bahwa perlakuan terhadap para buruh proyek layaknya “Romusha” di masa lalu.

Politisi PDI Perjuangan ini mengungkapkan kekhawatirannya setelah menyaksikan sendiri bagaimana pekerja diangkut menggunakan truk terbuka tanpa perlindungan dari debu, serta tanpa alat pelindung diri (APD) yang layak.

“Saya melihat sendiri pekerja diangkut menggunakan truk terbuka, dikelilingi debu, tanpa masker, tanpa alat pelindung lain. Bahkan ada yang jalan kaki cukup jauh untuk sampai ke lokasi kerja. Ini mirip seperti Romusha zaman dulu,” tegas Hartono.

Hartono menyesalkan sikap beberapa perusahaan yang lebih mementingkan target pembangunan dibandingkan kesejahteraan dan keselamatan para pekerja. Ia menekankan pentingnya pemenuhan standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) sebagai prioritas utama.

“Banyak pekerja yang tidak dilindungi dengan K3. Ini bukan soal teknis semata, tapi menyangkut martabat manusia. Negara hadir untuk melindungi, bukan membiarkan,” katanya.

Lebih lanjut, Hartono juga menyoroti ketimpangan antara visi megah pembangunan IKN dan realitas yang terjadi di lapangan.

Pentingnya pemerintah pusat serta Otorita IKN untuk memastikan bahwa perusahaan-perusahaan pelaksana proyek tidak mengabaikan nilai-nilai kemanusiaan menjadi sorotan utamanya.

“IKN ini bukan hanya tentang bangunan megah, tapi juga tentang cara kita memperlakukan manusia di dalam prosesnya. Pembangunan yang tidak menghormati pekerja adalah pembangunan yang cacat secara moral,” ujarnya.

Dalam upaya mendorong perbaikan, Hartono menyerukan perlunya pengawasan ketat dan audit menyeluruh terhadap perusahaan kontraktor yang beroperasi di IKN.

Hartono meminta dinas-dinas teknis provinsi dan Otorita IKN untuk bertindak cepat dalam menindaklanjuti temuan-temuan di lapangan.

“Kalau mereka sakit karena paparan debu, kalau terjadi kecelakaan kerja karena tak ada pelindung, siapa yang tanggung jawab? Jangan sampai ada korban dulu baru bertindak,” pungkasnya.

Hartono Basuki berharap, dengan perhatian yang serius dan tindakan yang tepat dari pihak-pihak terkait, kondisi pekerja di IKN dapat diperbaiki demi mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan manusiawi. (Cn/Adv DPRD Kaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer