
Persepsinews.com, Samarinda — Aset milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di luar daerah kembali menjadi sorotan. Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Firnadi Ikhsan, mengungkapkan bahwa kunjungan kerja pihaknya ke Hotel Blue Sky di Jakarta membuahkan sejumlah catatan positif terkait pengelolaan aset daerah.
Hotel Blue Sky yang dulunya merupakan Wisma milik Pemprov Kaltim, kini telah bertransformasi menjadi hotel berbintang dan dikelola secara profesional oleh MBS dan PT Blue Sky. Menurut Firnadi, transformasi ini menunjukkan komitmen kuat dalam mengelola aset agar memiliki nilai ekonomis tinggi.
“Kunjungan kami ke Hotel Blue Sky memberikan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana pengelolaan aset di luar daerah, khususnya di Jakarta, merupakan tantangan yang tidak mudah,” ujarnya, Rabu (23/7/2025).
Firnadi mengapresiasi langkah-langkah renovasi dan penyesuaian yang telah dilakukan sejak tahun 2009, yang kini mampu menjadikan hotel tersebut kompetitif di antara hotel-hotel berkelas di ibu kota.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa kontribusi Hotel Blue Sky terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sangat signifikan. Dari hasil evaluasi, kontribusinya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kaltim mencapai sekitar Rp904 miliar per tahun.
“Ini adalah kontribusi tetap yang sangat berarti bagi kita. Namun, kami berharap ada peningkatan dalam skema bagi hasil, agar pendapatan daerah bisa terus meningkat,” jelasnya.
DPRD Kaltim, lanjut Firnadi, mendorong penguatan kerja sama serta peningkatan nilai manfaat dari pengelolaan aset, baik secara finansial maupun dalam hal branding daerah.
“Kami berkomitmen untuk mendorong peningkatan pengelolaan aset ini agar dapat memberikan dampak yang positif dan berkelanjutan bagi daerah kita,” tegasnya.
Firnadi berharap Hotel Blue Sky tidak hanya menjadi penyumbang PAD, tetapi juga menjadi wajah promosi Kalimantan Timur di tingkat nasional.
“Dengan pengelolaan yang baik dan profesional, aset seperti Hotel Blue Sky ini harus terus dimaksimalkan untuk kepentingan masyarakat Kaltim,” pungkasnya. (Cn/Adv DPRD Kaltim)













