
Persepsinews.com, Samarinda – Ketua Komisi III DPRD Kota Samarinda, Deni Hakim Anwar, menyoroti pembelanjaan besar untuk sistem teknologi digital dalam proyek pembangunan Driving Range Golf di kawasan GOR Segiri.
Sekitar 45 persen dari total anggaran tahap kedua senilai Rp33 miliar digunakan untuk membeli sistem layanan golf berbasis digital dari Korea Selatan.
“45 persen itu tersedot untuk sistem layanan golf. Ini satu paket IT dari Korea yang katanya juga digunakan di Lapangan Arjuna dan Dago,” ujar Deni di Samarinda, Selasa (15/07/2025).
Sistem yang mencakup pencatatan skor, penjadwalan, dan perangkat operasional lain itu dibeli secara langsung tanpa kontrak pemeliharaan tahunan.
Deni menganggap langkah tersebut dapat menghemat biaya berulang, namun juga berisiko jika tidak diimbangi dengan perencanaan perawatan sistem yang memadai.
“Pemkot Samarinda beli langsung semua perangkat dan sistemnya, tanpa biaya operasional tahunan ke penyedia. Tapi ini juga sekaligus jadi tantangan, bagaimana memastikan sistem itu tetap optimal ke depan,” tambahnya.
Deni juga mengingatkan agar aset tersebut dikelola secara profesional, agar investasi yang besar tidak menjadi sia-sia.
Menurutnya, potensi pendapatan dari fasilitas ini cukup besar, namun hanya bisa tercapai bila dikelola dengan baik.
“Jangan sampai proyek semegah ini jadi rusak karena salah kelola. Ini aset mahal milik kota, harus dijaga oleh manajemen profesional,” tegasnya.
Tahap kedua proyek ditargetkan rampung pada November 2025. Sementara seluruh sistem dari Korea telah tiba dan siap dipasang. (Sn/Adv DPRD Samarinda)













