spot_img

Raperda Ketahanan Keluarga, Strategi DPRD Samarinda Tangani Akar Masalah Sosial

Persepsinews.com, Samarinda – Maraknya permasalahan sosial yang terjadi di Kota Samarinda, termasuk kekerasan terhadap anak dan konflik dalam keluarga, mendorong DPRD Samarinda untuk menggarap rancangan peraturan daerah (Raperda) tentang penyelenggaraan pembangunan ketahanan keluarga.

Raperda ini dipandang sebagai fondasi penting dalam menyelesaikan persoalan sosial dari akarnya, bukan hanya menangani akibat yang muncul di permukaan.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Samarinda, Sri Puji Astuti, mengatakan bahwa ketahanan keluarga merupakan kunci dalam menanggulangi berbagai bentuk kerentanan sosial di tengah masyarakat.

Ia menyebut bahwa pendidikan PAUD memang penting sebagai fondasi awal, namun tanpa peran keluarga yang kuat, dampaknya tidak akan optimal.

“Padahal inilah sebenarnya kuncinya kan kita ingin ya. Walaupun kita semua sudah ada pendidikan PAUD itu utama gitu ya. Lalu pentingnya sebenarnya peran keluarga. Karena kami sudah sedang menyusun Raperda tentang penyelenggaraan pembangunan pertahanan keluarga,” jelas Sri Puji.

Menurutnya, permasalahan sosial seperti kemiskinan, rendahnya pendidikan, hingga kekerasan dalam keluarga seringkali bermula dari kondisi keluarga yang tidak kokoh secara mental, moral, maupun ekonomi.

Karena itu, melalui raperda ini, DPRD berupaya membangun strategi jangka panjang yang berangkat dari hulu persoalan.

“Nah disitulah sebenarnya kita ingin bicara menyelesaikan semua masalah-masalah sosial yang ada di kota Samarinda ini berdasarkan hulunya gitu ya. Karena itu apa? Kemiskinan, kebodohan. Jadi yang ingin kita tingkatkan itu adalah pendidikan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa literasi masyarakat, terutama para orang tua, masih menjadi tantangan besar. Literasi dalam hal ini tidak sebatas kemampuan membaca atau pendidikan formal, melainkan juga pemahaman nilai-nilai kehidupan yang diperoleh dari pengalaman dan interaksi sosial.

“Orang-orang tuanya tidak berpendidikan. Misalnya bukan dia harus sekolah tinggi. Tapi literasi kita kan rendah ya. Literasi itu bukan hanya dari sekolah. Tapi belajar semuanya. Belajar di alam,” ujarnya. (Sn/Adv DPRD Samarinda)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer