
Persepsinews.com, Samarinda – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menegaskan bahwa kekayaan warisan tekstil tradisional (wastra) Kaltim merupakan potensi besar yang harus terus didorong menjadi kekuatan budaya sekaligus ekonomi kreatif daerah.
Sri Wahyuni menyebut Kaltim memiliki ragam wastra yang tidak kalah dengan daerah lain. Mulai dari tenun Doyo, Badong Tencep, Kriong, hingga Sarung Samarinda yang telah lama dikenal hingga kancah nasional. Selain itu, seluruh 10 kabupaten/kota di Kaltim kini juga memiliki keunikan batik masing-masing yang terus berkembang.
“Bahkan, ada daerah yang memiliki lebih dari satu jenis batik,” ujarnya. Ia mencontohkan Kutai Kartanegara yang kaya dengan motif batik Melayu Kutai, Grecek, Pucuk Tegaron, hingga Paku Raja. Keberagaman motif juga terlihat di Samarinda, Balikpapan, Kutai Barat, Mahakam Ulu hingga Berau, yang masing-masing menghadirkan ciri khas visual dan filosofi lokal.
Salah satu wastra yang menarik perhatian adalah batik Kutai Timur “Wakaroros”, yang mengangkat motif tapak tangan dari relief dinding gua prasejarah di kawasan Karst Sangkulirang Mangkalihat.
Usia relief tersebut diperkirakan mencapai 40.000 tahun, menjadikannya salah satu jejak seni tertua di dunia yang kini diwujudkan menjadi identitas batik Kaltim.
Karya ini bahkan telah tampil pada pagelaran Indonesia Fashion Week, memperkenalkan nilai sejarah Kaltim ke tingkat nasional.
“Kalau ini diperkenalkan, bukan hanya memperkenalkan wastra, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang nilai sejarah di dalamnya,” tegas Sri Wahyuni.
Pemerintah Provinsi Kaltim berharap ekosistem ekonomi kreatif sektor fesyen semakin berkembang dan para perajin lokal semakin percaya diri membawa identitas daerah ke pasar yang lebih luas.
Pemerintah juga mendorong kolaborasi antara desainer muda, UMKM, serta pelaku industri kreatif agar warisan wastra tidak hanya lestari, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.(Han911/adv/Diskominfokaltim)













