spot_img

Tepati Janji Setahun Lalu, Gubernur Rudy Mas’ud Wujudkan Program Pendidikan Gratispol untuk Mahasiswa Kaltim

Persepsinews.com, Samarinda – Janji tinggal janji bagi sebagian orang, tapi tidak bagi H Rudy Mas’ud. Tepat setahun setelah menyampaikan gagasan besar tentang pendidikan gratis dalam forum visi-misi calon Gubernur Kalimantan Timur di salah satu kampus di Samarinda.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya, Facebook dan Instagram @H Rudy Mas’ud, Gubernur Kaltim menuliskan kalimat singkat namun sarat makna:

“Saya sampaikan visi pendidikan gratis. Hari ini, setahun kemudian, saya umumkan realisasi programnya. Indah menjadi kupu-kupu.”

Ungkapan itu menggambarkan perjalanan panjang mewujudkan program unggulannya, Gratispol Program Pendidikan Gratis untuk jenjang S1, S2, dan S3 bagi putra-putri Kalimantan Timur.

Hari ini, Rudy secara resmi mengumumkan pencairan dana sebesar Rp44.153.600.000 (empat puluh empat miliar seratus lima puluh tiga juta enam ratus ribu rupiah) untuk mendukung biaya pendidikan di tujuh Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Kaltim.

“Gratispol bukan sekadar program, tapi investasi strategis untuk membangun SDM unggul. Kami ingin setiap anak Kaltim punya kesempatan kuliah tanpa terbebani biaya. Dana ini wajib digunakan secara transparan, akuntabel, dan tepat sasaran,” tegas Rudy.

Program ini menjadi wujud nyata komitmen Pemprov Kaltim dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan tinggi, khususnya bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.

Sebelum pencairan dilakukan, setiap kampus terlebih dahulu memverifikasi data mahasiswa penerima bantuan, disesuaikan dengan jumlah mahasiswa baru tahun akademik berjalan, serta mengikuti aturan hibah pendidikan yang berlaku. Langkah ini memastikan penyaluran dana benar-benar tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan.

Dana Gratispol digunakan khusus untuk menanggung Uang Kuliah Tunggal (UKT) mahasiswa penerima. Adapun biaya lain di luar UKT, seperti perlengkapan, praktikum, dan uang gedung, tetap menjadi tanggung jawab mahasiswa.

Total Rp44,15 miliar tersebut disalurkan kepada tujuh PTN di Kaltim, masing-masing:

Universitas Mulawarman (Unmul) – Rp22.454.300.000

Politeknik Negeri Samarinda (Polnes) – Rp6.382.100.000

UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) – Rp4.898.600.000

Institut Teknologi Kalimantan (ITK) – Rp4.680.500.000

Politeknik Kesehatan Kemenkes Samarinda – Rp3.562.940.000

Politeknik Negeri Balikpapan (Poltekba) – Rp1.570.360.000

Politeknik Pertanian Negeri Samarinda (Politani) – Rp604.800.000

Adapun untuk Perguruan Tinggi Swasta (PTS), Rudy memastikan pencairan akan menyusul setelah seluruh berkas administrasi hibah daerah lengkap. Pemprov Kaltim juga membuka ruang kerja sama yang lebih luas agar kampus swasta ikut berperan dalam mencetak lulusan berkualitas.

Program Gratispol menjadi bukti bahwa visi besar Rudy Mas’ud dan Seno Aji saat kampanye tidak berhenti di panggung debat dan kampanye, melainkan benar-benar diwujudkan di lapangan. Dalam waktu satu tahun, ide yang dulu hanya tertulis di kertas kini telah menjelma menjadi kebijakan nyata yang langsung menyentuh kebutuhan mahasiswa.

Langkah ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Banyak mahasiswa dan orang tua menyebut Gratispol sebagai “angin segar” di tengah mahalnya biaya pendidikan tinggi.

“Kami ingin anak-anak Kaltim tak perlu takut bermimpi kuliah. Ini awal dari perjalanan panjang menuju Generasi Emas Kalimantan Timur,” pungkas Rudy. (Han911/adv/Diskominfokaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer