
Persepsinews.com, Samarinda — Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, kembali menegaskan bahwa penguatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak cukup hanya mengandalkan sistem yang tersedia. Ia menekankan pentingnya pembaruan data secara rutin dan uji kompetensi berkala sebagai fondasi manajemen talenta ASN yang akurat dan berkelanjutan.
Sri Wahyuni menyebut Pemprov Kaltim telah memiliki sistem manajemen talenta yang lengkap, baik dari sisi regulasi maupun infrastruktur digital.
Sistem Informasi Manajemen Talenta (Simata) yang dikembangkan BKN menjadi tulang punggung pemetaan kompetensi ASN.
“Simata sudah siap, regulasinya sudah ada. Sekarang tinggal bagaimana seluruh pejabat struktural, fungsional, dan pelaksana ASN aktif memperbarui data mereka. Tanpa pembaruan data, pemetaan talenta tidak akan akurat,” tegas Sri Wahyuni.
Menurutnya, manajemen talenta hanya bisa berjalan efektif apabila informasi kompetensi setiap ASN benar-benar mutakhir.
Data kemampuan dasar, pelatihan yang diikuti, sertifikasi, hingga rekam penghargaan harus dimutakhirkan oleh ASN sendiri.
“BKD bisa menginput sebagian, tapi sertifikat, pelatihan, dan penghargaan harus diunggah oleh ASN. Kalau mereka aktif memperbarui data, mereka sebenarnya sedang menguatkan posisi mereka dalam sistem,” ujarnya.
Sebagai Ketua Forsesdasi, Sri Wahyuni mengingatkan bahwa sertifikasi kompetensi juga memiliki batas waktu. Karena itu, ASN wajib melakukan uji kompetensi secara berkala agar kualifikasi mereka tetap valid.
“Banyak yang lupa bahwa sertifikat kompetensi berlaku tiga tahun. Setelah itu, tidak lagi terhitung walaupun masih disimpan. Jadi pembaruan data dan uji kompetensi itu bukan pilihan, tapi kebutuhan,” katanya.
Kepala BPSDM Kaltim, Nina Dewi, menambahkan bahwa pihaknya siap memperkuat ekosistem pengembangan SDM aparatur melalui berbagai program pelatihan dan pengujian kompetensi yang terintegrasi dengan kebutuhan organisasi.
“BPSDM terus menjadi mitra strategis dalam memastikan SDM aparatur Kaltim memiliki kompetensi yang relevan, terukur, dan siap mendukung transformasi birokrasi,” jelas Nina.
Dengan sistem yang semakin terstruktur dan kesadaran ASN untuk memperbarui data serta mengikuti uji kompetensi secara rutin, Pemprov Kaltim menargetkan manajemen talenta yang lebih presisi dan mampu mendorong aparatur menjadi lebih profesional, adaptif, dan berdaya saing. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













