
Persepsinews.com, Samarinda – Di tengah meningkatnya biaya pendidikan, Program Pembiayaan Uang Kuliah Tunggal (UKT) Gratispol Pendidikan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur hadir sebagai “penyelamat” bagi banyak mahasiswa baru.
Yang menarik, bukan hanya mahasiswa asli daerah yang terbantu mahasiswa perantau yang sudah bermukim di Kaltim pun kini merasakan manfaat besar dari program ini.
Salah satu kisah inspiratif datang dari Abdullah Atamin (22).
Empat tahun lalu, ia meninggalkan kampung halamannya di Sulawesi dengan harapan membangun masa depan yang lebih cerah di Samarinda.
Hidup mandiri, bekerja sambil mengejar pendidikan, hingga harus mengatur pengeluaran sangat ketat semua ia jalani tanpa keluhan.
Kini, sebagai mahasiswa semester 1 di Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Indonesia (STIMI) Samarinda, Abdullah merasakan angin segar lewat Gratispol.
“Kami para perantau biasanya harus bertahan sendiri, mengatur biaya hidup, kadang kerja sampingan. Dengan Gratispol, beban UKT itu berkurang jauh. Rasanya sangat menolong,” ujarnya.
Biaya UKT kampusnya sekitar Rp2,5 juta, dan semuanya tertutupi oleh bantuan Gratispol yang menanggung hingga Rp5 juta.
“Alhamdulillah cukup tertutup semua. Kalau di atas Rp5 juta baru nombok, tapi saya aman,” tambahnya.
Tak lupa, ia menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud.
“Gratispol sangat berarti bagi perantauan seperti saya. Terima kasih Pak Gubernur. Semoga beliau selalu sehat,” ucapnya.
Untuk menjawab banyaknya pertanyaan dari masyarakat, Kepala Biro Kesra Setda Provinsi Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa mahasiswa perantau memang bisa mendapatkan Gratispol asal telah memenuhi syarat utama.
“Hal yang paling penting adalah ber-KTP Kalimantan Timur lebih dari tiga tahun. Selama syarat itu terpenuhi, mahasiswa perantau pun tetap berhak menerima Gratispol,” tegasnya.
Dasmiah menyebut kebijakan tersebut dibuat agar program berjalan tepat sasaran dan memastikan bahwa bantuan diberikan kepada mereka yang benar-benar berdomisili di Kaltim.
“Kita ingin anak-anak Kaltim termasuk yang dulu merantau dan kini tinggal di sini memiliki kesempatan pendidikan yang sama,” tambahnya. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













