Persepsinews.com, Samarinda – Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), H. Seno Aji, menegaskan bahwa penyelenggaraan forum akademik berkelas dunia seperti The 1st Accounting and Management International Conference (AMICO) dan ICCA-UP 2025 yang kali ini di gelar di Samarinda, adalah sarana esensial untuk meningkatkan kualitas SDM daerah.
Acara internasional yang fokus pada Urban Planning dan Arsitektur ini sangat relevan dengan status Kaltim sebagai lokasi IKN, dan harus menjadi bagian tak terpisahkan dari Program Unggulan Pemprov Kaltim, Gratispol.
Pernyataan strategis ini disampaikan Wagub Seno Aji usai memberikan Opening Speech pada acara tersebut di Swiss-Belhotel Borneo Samarinda.
“Acara yang kita selenggarakan ini merupakan International Conference yang mencakup empat bidang vital: Ekonomi, Civil Engineering, Arsitektur, dan Urban Planning,” ujar Seno Aji.
Beliau menyoroti pentingnya konferensi ini karena merupakan satu-satunya forum internasional sejenis yang diselenggarakan di Kaltim, yang secara langsung membahas tata kelola pembangunan arsitektur dan perencanaan kota. Kehadiran para ahli dari luar negeri di forum ini memberikan kesempatan langka bagi peserta lokal.
“Mudah-mudahan International Conference ini bisa bermanfaat bagi anak-anak, mahasiswa Kaltim, yang mendengarkan informasi dan perkembangan ilmu terbaru dari luar negeri dan bisa meningkatkan ilmu mereka nantinya,” harapnya.
Menjawab pertanyaan wartawan mengenai urgensi pelaksanaan konferensi ini, Wagub Seno Aji dengan tegas menyatakan bahwa kegiatan seperti ini harus diperbanyak dan digelar lebih sering. Ia melihat acara internasional ini sebagai investasi langsung Pemprov Kaltim untuk peningkatan kualitas SDM secara global.
“Sangat penting. Kami merasa sebagai pemerintah, acara-acara seperti ini harus sering digelar, karena ini akan meningkatkan pengetahuan anak-anak kita, meningkatkan ilmu mereka, dan tentu saja membawa kebaikan signifikan untuk pembangunan Kaltim di masa depan,” jelas Wagub.
Seno Aji kemudian secara spesifik mengaitkan manfaat acara internasional ini dengan visi Program Gratispol. Program unggulan Pemprov ini menjamin bahwa setiap anak Kaltim memiliki akses pendidikan, termasuk akses terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi terkini yang dibahas di forum-forum global.
“Ini juga untuk SDM kita, sumber daya manusia kita. Dengan adanya Program Gratispol, kalau kita diimbangi dan diikuti dengan seminar-seminar internasional seperti ini, maka akan membawa berkah yang besar bagi para mahasiswa, melengkapi bekal akademik mereka,” tegasnya.
Keberadaan International Conference yang berfokus pada teknik sipil, arsitektur, dan perencanaan kota ini menjadi sangat relevan mengingat status Kaltim sebagai lokasi Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dirinya berharap, transfer pengetahuan dan teknologi yang terjadi di forum ini dapat langsung diaplikasikan oleh mahasiswa Kaltim dalam proyek-proyek pembangunan IKN dan daerah penyangganya.
Menurut Seno Aji, bekal ilmu pengetahuan global yang didapat melalui forum ini memastikan bahwa lulusan Kaltim tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga memiliki daya saing global. Kehadiran para ahli internasional membuka jendela bagi mahasiswa untuk memahami tren arsitektur berkelanjutan, teknik sipil modern, serta tata kelola perkotaan yang adaptif dan inklusif.
Pemprov Kaltim, melalui komitmen Gratispol, memastikan bahwa hambatan biaya tidak akan menjadi penghalang bagi mahasiswa untuk mengakses forum berharga ini, baik melalui beasiswa, dukungan partisipasi, maupun inisiatif lainnya.
“Komitmen ini selaras dengan visi Kaltim untuk menghasilkan generasi emas yang siap menjadi pemimpin dan pelaku utama dalam pembangunan wilayah. Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang Kaltim untuk memastikan SDM lokal siap memimpin masa depan,” pungkas Seno Aji.(CIN/Adv/Diskominfokaltim)













