spot_img

Ratusan UKM Kaltim Didampingi Intensif, Siap Terima Bantuan Peralatan

Persepsinews.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kini fokus mengintensifkan dukungan terhadap pelaku usaha pemula melalui Program Kewirausahaan Terpadu.

Memasuki triwulan akhir tahun, program ini telah melewati fase seleksi dan pelatihan dasar, dan kini ratusan peserta yang dinyatakan lulus tengah menjalani tahap krusial: pendampingan manajemen usaha secara intensif.

​Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menjelaskan bahwa tahap pendampingan ini adalah kunci untuk mengubah wawasan teoritis menjadi pertumbuhan bisnis yang nyata dan berkelanjutan.

​“Pendampingan merupakan tahap krusial, bahkan lebih penting dari pelatihan. Pelatihan memberikan wawasan awal, tetapi pendampingan memastikan usaha mereka tumbuh dan memiliki daya tahan di pasar. Kami ingin setiap peserta memiliki fondasi usaha yang kokoh, bukan sekadar memulai,” jelas Heni.

Dengan itu pihaknya menekankan pentingnya membangun kemandirian dan profesionalisme pelaku usaha pemula.

​Program Kewirausahaan Terpadu ini dirancang untuk mencakup berbagai sektor usaha yang relevan dengan tren pasar dan kebutuhan lapangan kerja di Kaltim.

“Sektor yang didampingi sangat beragam, mulai dari industri kuliner, sektor ekonomi kreatif, layanan sablon, barbershop, hingga jasa servis dan perbaikan teknis,” sebutnya.

Penentuan fokus sektor ini dilakukan melalui diskusi dan workshop bersama pemangku kepentingan untuk memastikan intervensi yang diberikan benar-benar sesuai dengan potensi dan kebutuhan pasar lokal.

​Heni menambahkan bahwa pendampingan yang diberikan bersifat menyeluruh. Tim pendamping tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas produk atau jasa, tetapi juga pada aspek vital manajemen bisnis: strategi pemasaran, penerapan pembukuan yang disiplin, literasi digital untuk branding dan penjualan daring, serta pemahaman dasar perizinan usaha dan legalitas.

Tahap pendampingan komprehensif ini dijadwalkan berlangsung hingga bulan Desember mendatang.

​Proses ini sangat penting sebelum peserta melangkah ke tahap selanjutnya, yaitu penerimaan bantuan peralatan usaha. Bantuan ini merupakan stimulus bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas produksi mereka.

​“Bantuan peralatan bukan diberikan begitu saja sebagai hadiah. Setiap calon penerima harus melalui proses kurasi yang ketat. Kurasi ini bertujuan untuk memastikan mereka benar-benar siap dan serius dalam mengembangkan usaha secara profesional, sehingga bantuan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara maksimal dan tidak sia-sia,” tegasnya.

​Heni Purwaningsih menilai perkembangan yang ditunjukkan oleh ratusan peserta program ini cukup signifikan.

“Banyak peserta mulai menunjukkan peningkatan omzet yang stabil, pengelolaan stok yang lebih efisien, serta kemampuan adaptasi yang lebih baik dalam membaca dan merespons kebutuhan pasar yang dinamis,” imbuhnya.

Perkembangan positif ini menjadi indikator keberhasilan intervensi yang dilakukan oleh DPPKUKM.

​DPPKUKM Kaltim menaruh harapan besar pada Program Kewirausahaan Terpadu ini. Program ini diharapkan dapat melahirkan angkatan wirausaha baru yang tidak hanya mampu menghidupi diri sendiri, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat di sekitarnya, sehingga secara langsung mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

​“Kemandirian pelaku usaha pemula adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi perekonomian Kaltim. Kami ingin mereka tidak hanya sekadar memulai usaha, tetapi juga dapat membangun bisnis yang berkelanjutan dan berdaya saing di tengah tantangan ekonomi,” tutup Heni. (CIN/Adv/Diskominfokaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer