spot_img

BPSDM Kaltim: Pringgondani Jadi Contoh Ideal Wisata Berbasis Komunitas

Persepsinews.com, Samarinda — Studi lapangan yang dilakukan BPSDM Kaltim di Kampung Wisata Pringgondani Kota Balikpapan beberapa waktu lalu adalah sebagai langkah strategis untuk memperkaya perspektif aparatur dalam memahami arah pengembangan sektor pariwisata daerah.

Kegiatan ini bukan sekadar kunjungan kerja, tetapi menjadi ruang refleksi dan penguatan pemikiran terkait model pembangunan destinasi wisata berbasis komunitas yang dinilai relevan untuk diterapkan di Kalimantan Timur.

Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim, Dr. Sugeng Chairuddin, M.Si, menyampaikan pandangannya bahwa Pringgondani merupakan contoh konkret bagaimana sebuah kawasan wisata dapat berkembang ketika masyarakat ditempatkan sebagai aktor utama.

Menurutnya, aparatur perlu melihat model semacam ini sebagai rujukan dalam mengembangkan pariwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Praktik baik seperti Pringgondani menunjukkan bahwa kolaborasi dan inovasi bisa melahirkan destinasi yang hidup dan memberikan manfaat langsung bagi warga. Aparatur perlu menangkap spirit ini,” ujarnya, Selasa (25/11) di Samarinda.

Dr. Sugeng menilai kegiatan studi lapangan penting untuk membangun kesadaran bahwa pengembangan wisata tidak cukup dengan konsep atau kebijakan di atas kertas.

Aparatur harus memahami dinamika lapangan, pola pemberdayaan masyarakat, hingga bagaimana UMKM dapat diintegrasikan sebagai bagian dari daya tarik wisata.

Selain itu, pandangan juga datang dari Dr. Surata, Konseptor Pringgondani Group, yang menekankan bahwa pendekatan berbasis budaya, edukasi, dan ekowisata merupakan kunci keberhasilan yang dapat diterapkan di banyak daerah. Hal ini menjadi catatan penting bagi aparatur yang menangani perencanaan di sektor pariwisata.

Widyaiswara Kementerian Pariwisata RI, Herman Peudada dan Havis Muharyadi Nugroho, menilai bahwa studi lapangan seperti ini semestinya tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi dijadikan proses pembelajaran berkelanjutan.

Mereka menyoroti pentingnya aparatur memahami standar pariwisata berkelanjutan serta kemampuan mengelola desa wisata secara profesional.

Dari sisi kelembagaan, sejumlah pejabat BPSDM Kaltim seperti Kepala Bidang PKT Apriyana Rachmawaty dan Kepala Bidang SKPK Siti Djaitun memandang pengalaman langsung di Pringgondani sebagai bahan pertimbangan penting dalam menyusun program peningkatan kapasitas aparatur ke depan.

Secara umum, kegiatan ini dipandang membawa pesan kuat bahwa aparatur perlu memiliki pemahaman yang lebih luas, visioner, dan adaptif terhadap perkembangan wisata. Dengan mendalami praktik terbaik seperti di Pringgondani, aparatur diharapkan dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan berpihak pada pemberdayaan masyarakat.

Dengan demikian, studi lapangan ini bukan hanya menambah pengalaman, tetapi memperkaya sudut pandang dalam membangun pariwisata Kalimantan Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan. (Han911/adv/Diskominfokaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer