Persepsinews.com, Sangatta – Anggota Komisi II DPRD Kaltim, Andi Muhammad Afif Rayhan, menyoroti pentingnya kerjasama yang sinergis antara pemerintah provinsi dan pemerintah kota dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim).
Afif Rayhan sapaan akrabnya menyampaikan pandangannya mengenai target Kementerian Pertanian untuk mencapai swasembada beras dalam waktu enam bulan. Dia mencatat tantangan yang ada, terutama terkait produktivitas lahan pertanian yang cenderung kurang memadai di wilayah Kaltim.
“Saya rasa bisa tercapai. Sekarang, apa sih yang tidak bisa dicapai jika kita bersatu? Kita lihat saja Samarinda, di mana potensi dan peluang itu ada. Namun, provinsi dan pemerintah kota harus meredam ego masing-masing dan bersama-sama mengutamakan kepentingan rakyat,” tegasnya.
Afif Rayhan juga mengingatkan bahwa permasalahan ketahanan pangan tidak hanya terfokus pada beras, tetapi juga mencakup kebutuhan dasar lainnya seperti daging dan telur. Saat ini, Kaltim masih mengimpor sekitar 60% daging dari luar daerah.
“Kita harus memikirkan solusi jangka panjang untuk memastikan ketersediaan pangan yang berkelanjutan,” tambahnya.
Sementara itu, Afif Rayhan juga mengidentifikasi sejumlah daerah di Kaltim yang berpotensi untuk dioptimalkan dalam pengembangan pertanian, antara lain di Samarinda.
Walaupun demikian, dia menekankan bahwa mereformasi sektor pertanian harus dilakukan dengan lebih luas, melibatkan berbagai pihak dalam musyawarah untuk menciptakan kebijakan yang efektif dan efisien.
“Kita harus saling bersinergi untuk memberdayakan sektor pertanian lokal. Pangan adalah faktor utama yang mendasari berbagai aspek kehidupan, termasuk pendidikan dan kesehatan. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga ketahanan pangan demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya.
Melalui kolaborasi ini, kata Afif Rayhan, diharapkan Kaltim dapat mencapai target ketahanan pangan yang lebih baik, demi kemakmuran dan kemandirian masyarakat. (Cn/Adv DPRD Kaltim)













