
Persepsinews.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), meningkatkan strategi pencegahan penyakit dengan meluncurkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Komunitas sebagai salah satu program layanan prioritas.
Inisiatif ini menandai pergeseran fokus pemerintah yang tidak hanya berkutat pada pengobatan (kuratif) dan jaminan pembayaran iuran (seperti Gratispol), tetapi juga mengintegrasikan layanan pencegahan untuk mendeteksi penyakit sejak dini.
Kasi Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kaltim, Dr. Ika Gladis, menegaskan bahwa fokus utama program ini adalah mengatasi masalah kesehatan yang paling mendominasi di Kaltim, yaitu Penyakit Tidak Menular (PTM).
“Berdasarkan hasil skrining di lapangan yang dilakukan secara rutin, masalah kesehatan yang paling mendominasi masyarakat Kaltim saat ini adalah PTM, seperti hipertensi, diabetes melitus, dan obesitas,” ungkap Dr. Ika Gladis.
Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali di fasilitas kesehatan terdekat, tanpa harus menunggu jatuh sakit.
Dr. Ika Gladis menjelaskan bahwa program CKG Komunitas sengaja dirancang untuk menjangkau masyarakat yang selama ini sulit mengakses layanan kesehatan dasar, terutama karena keterbatasan waktu.
“Masyarakat ada yang memang tidak punya waktu untuk ke puskesmas. Jadi kalau pada event seperti ini akan lebih banyak masyarakat yang punya aksesnya,” jelasnya.
Aktivitas CKG Komunitas ini dilaksanakan oleh Dinkes Provinsi Kaltim dengan menggandeng berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di bawah naungan Dinkes Provinsi, termasuk RSUD AWS, RS Korpri 2, Labkes Provinsi, dan Rumah Sakit Mata.
Sasarannya adalah seluruh masyarakat yang hadir di berbagai kegiatan komunitas. Dr. Ika Gladis menceritakan bahwa banyak masyarakat yang terjaring dalam CKG Komunitas ternyata belum pernah sekalipun melakukan pemeriksaan kesehatan di Puskesmas.
“Saya ada tanya satu, apa sudah pernah periksa kesehatan di Puskesmas, ternyata belum pernah, nah maka kesempatannya dia periksa kesehatan di sini,” tambahnya.
Layanan yang diberikan dalam CKG Komunitas bersifat layanan kesehatan dasar, meliputi pemeriksaan laboratorium dasar seperti pengukuran tekanan darah, cek gula, kolesterol, dan asam urat. Selain itu, terdapat konsultasi gizi, pemberian multivitamin, serta layanan kesehatan tradisional menggunakan jamu dan serat herbal lokal.
CKG ini merupakan skrining awal. Jika ditemukan indikasi atau hasil yang melebihi batas normal, tim kesehatan akan memberikan informasi dan edukasi bahwa peserta perlu menindaklanjuti ke Puskesmas masing-masing.
“Kita belum bisa menentukan kemungkinan mempunyai penyakit, maka harus dibawa ke fasilitas Puskesmasnya masing-masing. Jadi tidak langsung memberikan surat rujukan,” tegas Dr. Ika Gladis.
Program CKG ini terbilang baru dan menjadi program prioritas di bawah kepemimpinan Rudy-Seno. Target yang ditetapkan adalah menjangkau 30% dari total penduduk Kaltim dalam setahun.
Meskipun target tersebut cukup tinggi, Dr. Ika Gladis mengakui bahwa implementasi CKG masih menghadapi tantangan. Saat ini, data yang terinput di aplikasi baru mencapai sekitar 260.000 penduduk. Jumlah ini masih kecil dibandingkan total penduduk Kaltim yang mencapai sekitar 4 juta jiwa, yang berarti capaian masih di bawah 10%.
“Animo untuk masyarakat datang ke Faskes itu masih sangat kecil. Karena CKG sebelumnya adalah mengajak mereka datang ke Puskesmas. Jadi kita membuka peluang untuk event tertentu,” jelasnya.
Dinkes Kaltim berkomitmen untuk terus menjalankan program CKG Komunitas di seluruh kabupaten/kota, memanfaatkan berbagai acara publik seperti hari diabetes, hari jantung, maupun ulang tahun daerah, sebagai upaya untuk meningkatkan angka screening.
Integrasi antara program deteksi dini (CKG) dan jaminan pengobatan gratis (Gratispol Kesehatan) ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan, sekaligus memberikan ketenangan batin karena adanya perlindungan kesehatan yang pasti dan mudah diakses. (CIN/Adv/Diskominfokaltim)













