
Persepsinews.com, Balikpapan — Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, menegaskan posisi strategis Kaltim dalam konstruksi energi nasional. Pernyataan tersebut ia sampaikan saat menerima kunjungan Panitia Kerja (Panja) Komisi XII DPR RI di Balikpapan, Rabu (27/11).
Dalam sambutannya, Bambang menekankan bahwa Kaltim tidak dapat terus-menerus dipandang hanya sebagai daerah penghasil batu bara, melainkan sebagai mitra pembangunan nasional yang berkontribusi besar bagi perekonomian dan ketahanan energi Indonesia.
“Kaltim selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi penghasil batu bara terpenting di Indonesia. Kontribusi kami besar bagi energi nasional, tetapi daerah juga menanggung beban sosial, lingkungan, dan infrastruktur yang tidak kecil,” tegasnya.
Bambang menjelaskan bahwa tekanan fiskal akibat pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) serta fluktuasi sektor energi global membuat Kaltim membutuhkan skema fiskal yang lebih adil. Ia berharap Komisi XII DPR RI memahami urgensi penyusunan kebijakan yang memperkuat kapasitas daerah dalam membiayai pembangunan.
“Kontribusi besar Kaltim jangan hanya dinikmati pusat. Beban produksi, infrastruktur pendukung, hingga dampak sosial ekonomi harus ikut diperhitungkan dalam pembagian DBH dan formulasi kebijakan pusat,” ujarnya.
Selain isu fiskal, Bambang juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memastikan tata kelola pendapatan minerba yang transparan dan akuntabel. Ia menekankan bahwa orientasi pembangunan energi dan pertambangan tidak boleh sebatas mengejar pemasukan semata.
“Kami berkomitmen menjalankan prinsip keberlanjutan: pemulihan lahan, keselamatan kerja, dan pemberdayaan masyarakat sekitar tambang harus menjadi prioritas. Pendapatan minerba harus dikelola secara bertanggung jawab,” ungkapnya.
Bambang juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Panja Komisi XII DPR RI di Kaltim, menyebut kunjungan tersebut sebagai bentuk keseriusan DPR dalam memahami langsung tantangan dan potensi fiskal daerah penghasil energi.
Di akhir penyampaiannya, ia mengajak DPR RI untuk melihat Kaltim bukan hanya sebagai sumber energi nasional, tetapi sebagai mitra strategis dalam pembangunan berkelanjutan.
“Kami percaya, dengan sinergi yang baik antara pusat dan daerah, kita dapat merumuskan kebijakan yang lebih berpihak: tidak hanya untuk energi nasional, tetapi juga kesejahteraan masyarakat Kaltim,” tutup Bambang. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













