
Persepsinews.com, Samarinda – Di tengah euforia investasi masif yang menyertai pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menandai langkah strategis penting untuk memperkuat fondasi ekonomi daerah melalui proyek industri bernilai tambah.
Dengan hadirnya pembangunan pabrik soda ash oleh PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) di Bontang menjadi titik awal transformasi ini, namun dengan penekanan kuat pada prinsip keadilan dan keberlanjutan.
Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Bambang Arwanto, menegaskan bahwa investasi besar di Kaltim harus memiliki orientasi ganda: tidak hanya pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada kontribusi nyata bagi masyarakat dan lingkungan.
“Pemerintah Provinsi Kaltim mendorong agar investasi besar tidak semata mengejar angka ekonomi. Harus ada kontribusi sosial dan ekologis di dalamnya. Dan Pupuk Kaltim telah menunjukkan teladan itu,” ujar Bambang.
Pabrik soda ash PKT ini dinilai memiliki nilai strategis ganda. Pertama, proyek ini akan memperkuat rantai pasok industri kimia nasional, mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan baku vital seperti kaca, deterjen, dan farmasi.
Kedua, kehadiran pabrik ini secara langsung mendukung pembangunan IKN dan kawasan industri lain di wilayah pesisir timur Kalimantan.
Dengan kapasitas produksi mencapai 300 ribu metrik ton per tahun, proyek ini secara signifikan akan menekan defisit impor Indonesia.
“Lebih dari sekadar produksi, proyek ini mengusung teknologi hijau. Pabrik yang diklaim mampu memanfaatkan hingga 170 ribu ton CO₂ per tahun sebagai bahan baku proses produksi, menjadikannya salah satu proyek industri ramah lingkungan terbesar di Tanah Air,” tuturnya.
Ini menunjukkan keselarasan antara investasi industri dan mitigasi perubahan iklim.
Bambang Arwanto menilai momentum ini harus dibaca sebagai awal dari pergeseran paradigma ekonomi Kaltim secara keseluruhan.
“Kita ingin industri tumbuh tanpa mengorbankan alam dan manusia Kaltim. Karena pembangunan sejati adalah yang berkeadilan dan berkeadaban,” tegasnya.
Selama ini, ekonomi Kaltim dikenal sangat bergantung pada komoditas sumber daya alam mentah. Langkah PKT membangun pabrik soda ash dinilai sebagai sinyal kuat bahwa Kaltim siap keluar dari ketergantungan tersebut menuju industri hijau yang bernilai tambah tinggi.
Investasi ini menunjukkan bahwa potensi mineral dan energi Kaltim dapat diolah menjadi produk hilir yang menciptakan lapangan kerja berkualitas dan menguatkan daya saing regional.
Dinas ESDM berkomitmen mengawal setiap investasi agar prinsip keadilan sosial—termasuk penyerapan tenaga kerja lokal dan pengembangan masyarakat—tetap menjadi prioritas.
“Ini bukan sekadar groundbreaking proyek, tapi simbol perubahan arah pembangunan Kaltim menuju masa depan yang lebih mandiri, berorientasi industri berkelanjutan, dan yang paling penting, mengedepankan hak-hak ekologis dan sosial masyarakat,” pungkas Bambang.
Pemprov Kaltim memastikan investasi yang masuk harus sejalan dengan visi pembangunan daerah yang mengutamakan kelestarian lingkungan dan peningkatan kesejahteraan warga Kaltim. (CIN/Adv/Diskominfokaltim)













