
Persepsinews.com, Samarinda – Wujud nyata janji dan komitmen Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) terbayar lunas. Penantian panjang 747 pahlawan olahraga Kaltim berakhir hari ini setelah Gubernur Rudy Mas’ud secara simbolis menyerahkan penghargaan berupa bonus senilai total Rp 80.755.319.550 , bagi atlet, pelatih, dan official berprestasi dari PON XXI dan Peparnas XVII tahun 2024.
Plt. Kepala Dispora Kaltim, Muhammad Faisal, menegaskan bahwa kucuran dana yang dibebankan pada APBD-P 2025 ini merupakan pengakuan tertinggi daerah atas perjuangan mereka, sekaligus injeksi motivasi untuk menargetkan prestasi yang lebih tinggi.
Faisal merinci bahwa total komitmen anggaran yang digelontorkan oleh Pemprov Kaltim untuk apresiasi atlet PON dan Peparnas tahun 2024 ini mencapai angka fantastis dan dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Provinsi Kaltim tahun 2025.
Secara keseluruhan, total penerima penghargaan dari kedua event tersebut mencapai 747 orang, mencakup seluruh ekosistem pendukung olahraga.
“Total penerima penghargaan tersebut terdiri dari 454 atlet, 210 pelatih, 21 official teknik, dan 52 manajer,” jelas Faisal.
Dirinya menambahkan, angka ini dengan jelas mencerminkan pengakuan Pemprov Kaltim terhadap seluruh stakeholder yang berperan penting dalam kesuksesan olahraga daerah, mulai dari atlet di lapangan hingga manajer di balik layar.
”Secara spesifik, anggaran terbesar disiapkan untuk bonus PON XXI, yakni sebesar Rp 67.659.252.700.” ungkap Faisal.
Faisal memaparkan struktur insentif yang didesain untuk memberikan penghargaan maksimal bagi perolehan medali perorangan.
Insentif tertinggi diberikan bagi peraih medali Emas perorangan sebesar Rp 300 juta, Perak Rp 175 juta, dan Perunggu Rp 90 juta. Untuk cabor beregu, rinciannya juga dibagi berdasarkan jumlah anggota: medali Emas beregu (2 sampai 4 orang) menerima Rp 200 juta, sementara Emas beregu (lebih dari 4 orang) menerima Rp 100 juta.
Faisal menambahkan bahwa total atlet penerima bonus PON mencapai 410 orang, didukung oleh 172 pelatih, 14 official teknik, dan 46 manajer yang juga menerima porsi penghargaan yang layak.
”Acara penyerahan bonus ini menjadi momen untuk memberikan apresiasi khusus atas prestasi yang melampaui raihan medali biasa,” imbuhnya.
Faisal mengumumkan adanya dua atlet Kaltim yang berhasil memecahkan rekor nasional pada PON XXI: Firda Khairunnisa dari cabor Angkat Besi dan Tesna Widari dari cabor Angkat Berat, yang keduanya meraih medali Emas perorangan.
“Kedua atlet pemecah rekor itu, tadi juga mendapatkan penghargaan khusus dari Gubernur Rudy Mas’ud,” ungkapnya.
Di samping itu, Kaltim juga berhasil menunjukkan dominasinya dengan meraih predikat Juara Umum pada tiga cabor bergengsi, yaitu Gulat, Hoki, dan Layar. Prestasi ini menjadi indikasi kekuatan dan fokus pembinaan olahraga di Kaltim.
Dukungan finansial yang setara juga diberikan kepada atlet disabilitas yang berlaga di Peparnas ke-17 Solo. Anggaran sebesar Rp 13.096.066.850 disalurkan sebagai penghargaan kepada 44 atlet, 38 pelatih, 17 official teknik, dan 6 manajer Peparnas.
Faisal secara gamblang menegaskan bahwa seluruh bonus ini dibebankan kepada DPA Perubahan SKPD Dispora Kaltim tahun anggaran 2025 melalui bidang Pembudayaan Olahraga.
Kepastian dan transparansi sumber dana ini penting untuk menjamin bahwa hak-hak para atlet dan official terpenuhi sesuai jadwal dan peraturan yang berlaku, menjamin kepercayaan publik dan stakeholder.
Muhammad Faisal menyatakan bahwa penyerahan bonus senilai lebih dari Rp 80 miliar ini merupakan dorongan moral dan finansial yang strategis dari Pemprov Kaltim.
“Diharapkan, apresiasi ini akan menjadi pemacu bagi atlet muda untuk menargetkan prestasi yang jauh lebih baik di event nasional dan internasional selanjutnya, sekaligus mengukuhkan posisi Kaltim sebagai salah satu kekuatan olahraga terkemuka dan disegani di Indonesia,” pungkasnya.
Komitmen Kaltim ini sejalan dengan visi Gubernur untuk menjadikan provinsi ini Juara Nasional pada PON berikutnya, memastikan generasi muda Kaltim terus berprestasi.(CIN/Adv/Diskominfokaltim)













