Persepsinews.com, Samarinda – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kalimantan Timur (Kaltim) menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tata Kelola dan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Kalimantan Timur, Selasa 21 November 2023.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Provinsi Kaltim, Zaratustra Rahmi mengatakan, FGD ini untuk menekankan perencanaan, partisipasi masyarakat, implementasi, kebijakan, kolaborasi, mitigasi konflik, hingga pemantauan dan evaluasi terhadap mangrove di Kaltim.
“Edukasi masyarakat tentang pentingnya mangrove dan peran mereka dalam pelestariannya, juga krusial dalam menjaga keberlanjutan menuju restorasi yang sedang diupayakan oleh pemerintah Kaltim,” ucap Zahratus Rahmi.
Mangrove merupakan sekumpulan tumbuh-tumbuhan Dicotyledoneae dan atau Monocotyledoneae. Berasal dari jenis tumbuhan yang mempunyai hubungan taksonomi sampai dengan taksa kelas (unrelated families), namun ada persamaan adaptasi morfologi dan fisiologi terhadap habitat yang dipengaruhi oleh pasang surut.
Sedangkan hutan mangrove merupakan komunitas vegetasi pantai tropis yang didominasi oleh beberapa jenis pohon mangrove yang mampu tumbuh dan berkembang pada daerah pasang-surut pantai berlumpur.
Adapun, mangrove yang tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, Presiden Republik Indonesia telah memberikan mandat untuk merehabilitasi seluas 600.000 hektare dalam kurun waktu 2021–2024.
“Dalam mewujudkan mandat tersebut, pemerintah telah memfokuskan rehabilitasi mangrove di 9 provinsi prioritas termasuk Provinsi Kalimantan Timur,” tegasnya.
Lebih lanjut, tata kelola restorasi dan rehabilitasi mangrove di Kaltim telah melibatkan berbagai pihak. Diantaranya pemerintah, masyarakat, organisasi non-pemerintah, dan sektor swasta, dengan beberapa langkah dalam tata kelola yang melibatkan perencanaan, implementasi, pemantauan, dan evaluasi.
“Tata kelolanya harus terus berkelanjutan dan melibatkan pihak-pihak terkait dalam jangka panjang. Agar dapat menjaga keberlanjutan ekosistem mangrove yang direstorasi,” pungkasnya.
DLH Provinsi Kaltim, juga menghadirkan dua narasumber, Aditya Irawan selaku Akademisi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman dan Kepala Pokja Rehabilitasi Mangrove Wilayah Kalimantan dan Papua Agung Rusdiyatmoko. (Sal/ Adv Diskominfo Kaltim)













