spot_img

Husin Djufri Soroti Masalah Penghambat Pariwisata di Kabupaten Berau

Persepsinews.com, Sangatta – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Husin Djufri, menyoroti dua masalah krusial yang menghambat perkembangan pariwisata di Kabupaten Berau, khususnya di Pulau Maratua dan Derawan.

Menurut Husin sapaan akrabnya, kualitas sinyal telekomunikasi yang buruk serta akses terhadap bahan bakar minyak (BBM) dan layanan SPPU yang terbatas menjadi penghalang serius bagi para pelaku industri pariwisata.

“Wisata di Maratua ini didominasi oleh pengunjung dari luar, karena keasliannya masih terjaga. Namun, mereka kesulitan akses jaringan dan BBM,” ujarnya.

Husin menjelaskan bahwa saat ini operator lokal menghadapi kesulitan dalam melakukan koordinasi antarkampung akibat jaringan seluler yang tidak memadai.

Hal ini berimbas pada layanan yang diberikan kepada wisatawan, di mana layanan yang optimal sangat dibutuhkan untuk memperkuat sektor pariwisata.

Selain itu, terkait pasokan BBM, Husin mengungkapkan bahwa penjualan secara informal tanpa jaminan regulasi menyebabkan ketidakpastian bagi para pengusaha dan pelaku pariwisata.

“Permintaan dana untuk infrastruktur adalah langkah strategis untuk menjaga dua hal: menyelamatkan sumber air dan mendukung pengembangan pariwisata. Isu ini tak boleh ditunda lagi,” tegas Husin.

Selain mendesak penanggulangan fenomena abrasi yang berdampak pada pesisir, Husin menyampaikan aspirasi warga Berau agar Pemerintah Provinsi dapat membantu percepatan pengoperasian bandara setempat, peningkatan jaringan sinyal telekomunikasi, serta stabilisasi pasokan BBM melalui SPBU formal.

“Kita punya pulau yang cantik, tapi jaringan buruk perlu segera diperbaiki,” pungkasnya.

Husin percaya bahwa sinergi antara pemerintah kabupaten dan provinsi merupakan kunci untuk mewujudkan perubahan nyata.

Pihaknya optimis bahwa dengan mengatasi masalah-masalah mendasar seperti abrasi, akses, dan infrastruktur, Pulau Maratua dan Derawan dapat menjadi ikon pariwisata yang menggugah daya tarik wisatawan domestik dan internasional. (Cn/Adv DPRD Kaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer