
Persepsinews.com, Samarinda – Program Jospol yang menjadi salah satu ikon kebijakan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) kembali menunjukkan keberlanjutan dan konsistensinya dalam mendukung sektor pendidikan.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, memastikan bahwa insentif bagi guru tetap berlanjut pada tahun 2026 sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga pendidik.
“Doakan ya semuanya. Insya Allah sampai selesai masa kepemimpinan kami bersama Pak Seno memimpin Kaltim, insentif ini akan kita lanjutkan. Ini demi kebermanfaatan bagi tenaga pendidik yang mengabdi di seluruh Kalimantan Timur,” ujar Rudy, menegaskan keseriusannya mempertahankan program yang selama ini menjadi bagian penting dari agenda Jospol.
Pernyataan Rudy sekaligus menjawab harapan publik mengenai keberlanjutan bantuan insentif guru yang dinilai memiliki dampak signifikan terhadap motivasi serta kualitas pengajaran, terutama bagi pendidik yang bertugas di wilayah terpencil dan tertinggal.
Hingga tahun ini, Pemprov Kaltim telah menyalurkan insentif kepada 36.222 guru dari seluruh kabupaten/kota. Program ini mencakup guru PNS maupun non-PNS di PAUD, TK, SD, dan SMP, serta pendidik pada lembaga pendidikan keagamaan seperti TPA, TPQ, pondok pesantren, RA, MI, dan MTs.
Setiap guru menerima Rp500 ribu per bulan untuk periode Juli hingga Desember 2025. Kebijakan ini sejalan dengan dimulainya tahun ajaran baru dan menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi para pendidik dalam mencerdaskan generasi Benua Etam.
Wakil Gubernur Kaltim, Seno Aji, turut menegaskan bahwa keberlanjutan program insentif merupakan bagian dari strategi besar pembangunan sumber daya manusia.
“Kami dedikasikan penghargaan Jospol kepada para pendidik yang telah mengabdi penuh ketulusan di seluruh penjuru Kaltim,” ujarnya.
Menurut Seno, pendidikan harus dibangun sejak usia dini dan kualitas guru merupakan pilar utama dalam mencetak generasi emas Kaltim. “Guru bukan hanya pengajar, tetapi pembentuk karakter dan penggerak perubahan. Masa depan daerah ini sangat bergantung pada mutu pendidikan,” tambahnya.
Dengan memastikan kelanjutan insentif di tahun 2026, Pemprov Kaltim menunjukkan bahwa program Jospol bukan sekadar janji politik, tetapi kebijakan berorientasi jangka panjang untuk memperkuat sektor pendidikan. Penghargaan finansial ini sekaligus menjadi bentuk terima kasih pemerintah kepada para pendidik yang telah mengabdikan diri, bahkan di daerah-daerah sulit.
Pemprov Kaltim menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan guru akan terus menjadi prioritas, sejalan dengan upaya menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif, maju, dan berdaya saing. (Han911/adv/diskominfokaltim)













