
Persepsinews.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur mulai menekan pedal gas menghadapi babak baru transisi energi 2035. Tak mau gagap teknologi ketika era energi fosil perlahan ditinggalkan, Pemprov kini memprioritaskan reskilling besar-besaran bagi tenaga kerja sektor fosil agar mampu bermigrasi ke industri hijau dan energi terbarukan.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Rozani Erawadi, menegaskan bahwa perubahan struktur ekonomi tidak bisa ditawar lagi.
“Arah 2035 sudah jelas: kita masuk fase transisi energi. Sektor fosil harus dipetakan ulang, dan SDM-nya wajib dipersiapkan lewat pelatihan dan sertifikasi,” tegas Rozani saat kegiatan di Plenary Hall Samarinda, selasa (11/11/2025).
Menurut Rozani, pemerintah telah menyelesaikan pemetaan sektor-sektor potensial di luar migas dan batubara.
Ekonomi biru, perikanan, kehutanan, hingga industri bioenergi termasuk pengolahan sawit menjadi biofuel diproyeksikan menjadi penopang ekonomi baru Kaltim.
“Pemetaan sudah dilakukan lembaga terkait dan akan menjadi bahan Bappeda untuk arah transformasi ekonomi ke depan. Sektor ekonomi biru yang sempat dibahas, itu salah satu yang sangat prospektif,” jelasnya.
Ia mengingatkan bahwa transisi bukan hal asing bagi Kaltim. Setelah era kayu tumbang, ekonomi beralih ke migas, lalu batubara.
“Sekarang kita masuk fase berikutnya: menjaga hutan melalui carbon fund dan menyiapkan ekonomi hijau. Kaltim memang selalu bergerak,” tambahnya.(Han911/adv/Diskominfokaltim)













