
Persepsinews.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menegaskan strategi baru dalam memperkuat arus investasi. Alih-alih berhenti pada penyusunan dokumen perencanaan, Pemprov kini menekankan pentingnya promosi investasi yang lebih agresif dan terarah.
Penegasan itu disampaikan Gubernur Kalimantan Timur, H Rudy Mas’ud atau Gubernur Harum, yang menyebut bahwa dokumen investment project ready to offer (IPRO) bukanlah tujuan akhir, melainkan pintu masuk untuk mengundang investor.
“Dokumen bagus saja tidak cukup. Kita harus memperkuat promosi agar investor tertarik dan ekonomi lokal bisa bergerak lebih cepat,” ujar Gubernur Harum di Kantor Gubernur Kaltim, baru-baru ini.
Ia menekankan, IPRO adalah dokumen komprehensif yang berisi ide proyek, analisis pasar, legalitas, hingga proyeksi keuntungan dan risiko.
Meski lengkap, menurutnya efektivitas IPRO bergantung pada kemampuan daerah dalam memperkenalkan peluang investasi tersebut kepada pasar yang tepat.
“Kita memang sudah punya kertas sakti berisi usulan proyek investasi lengkap. Tapi itu belum cukup. Perlu kerja ekstra untuk meyakinkan investor agar mau menanamkan modalnya di sini,” tegasnya.
Sejumlah sektor prioritas pun telah disiapkan. Di Mahakam Ulu, peluang investasi diarahkan pada pengembangan kakao dan pertanian.
Di Kutai Barat, Pemprov mendorong hilirisasi industri karet. Sementara di Kutai Timur, peluang investasi dibuka untuk hilirisasi kelapa sawit menjadi produk kimia dan pangan.
“IPRO ini adalah alat kita untuk menjual potensi Kaltim di tingkat lokal maupun internasional,” tambah Harum.
Gubernur juga meminta seluruh perangkat daerah (OPD) untuk tidak bergerak setengah hati.
“Perangkat daerah harus pandai promosi potensi kita. Dokumen sudah lengkap, sekarang saatnya aksi nyata. Promosi masif adalah kunci,” pintanya. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













