
Persepsinews.com, Samarinda – Momen penyerahan bonus bagi para pahlawan olahraga Kalimantan Timur (Kaltim) menandai transisi penting dari apresiasi prestasi masa lalu menuju ambisi masa depan. Pemerintah Provinsi Kaltim, melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), telah menyerahkan kucuran dana penghargaan sekitar 80 miliar Rupiah kepada kontingen PON XXI dan Peparnas XVII.
Gubernur Rudy Mas’ud secara resmi menegaskan bahwa komitmen finansial ini hanyalah titik awal dukungan total pemerintah, sebab fokus utama Kaltim kini beralih pada perumusan strategi untuk mencapai puncak yaitu menjadi Juara Nasional pada PON XXII di Nusa Tenggara pada tahun 2028.
Gubernur Rudy Mas’ud menyampaikan rasa bangga yang mendalam, mengakui dedikasi total insan olahraga yang telah mengharumkan nama Kaltim di panggung nasional maupun internasional.
“Pertama, kita rasa bangga. Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada para atlet, pelatih, dan official yang mengharumkan nama Kaltim,” ujar Rudy.
Kebanggaan ini berlipat ganda setelah terungkapnya prestasi istimewa dari dua atlet.
“Kami bangga, beberapa atlet dari Kaltim telah memecahkan rekor nasional, terutama untuk alat angkat berat dan angkat besi. Dari Kaltim memecahkan rekor untuk di acara Pekan Olahraga Nasional yang diselenggarakan di Aceh dan Sumut, di PON ke-21 tahun 2024 kemarin,” ungkapnya.
Dirinya menegaskan pentingnya penghargaan khusus bagi para pemecah rekor tersebut.
Lebih dari sekadar apresiasi masa lalu, Gubernur Rudy Mas’ud secara resmi menetapkan target tunggal yang ambisius bagi seluruh kontingen Kaltim.
Menurutnya, energi positif yang dihasilkan dari penyerahan bonus harus diubah menjadi semangat kerja keras untuk mencapai prestasi tertinggi di masa depan.
“Kami bangga, tetapi kami akan jauh lebih bangga kalau nanti Kaltim ke depannya, tahun 2028 nanti, di PON ke-22 yang di NTT dan di NTB nanti, Kaltim bisa menjadi juara nasional. Target kita juara nasional. Mohon doanya semuanya,” seru Rudy Mas’ud.
Target yang telah dideklarasikan ini menjadi dorongan moral yang kuat bagi seluruh stakeholder olahraga untuk segera menyusun roadmap yang sistematis dan terukur.
Untuk memastikan target Juara Nasional 2028 tercapai, Gubernur Rudy Mas’ud menginstruksikan Dispora untuk memperkuat strategi dengan fokus pada cabang-cabang olahraga (cabor) yang berpotensi menyumbang medali terbanyak.
“Semua yang memiliki pundi-pundi daripada lumbung-lumbung medali, kita akan sisir. Yang ada hari ini, harus kita pertahankan, kalau bisa kita tingkatkan,” tegasnya.
Cabor-cabor seperti Atletik, Renang, dan Panahan menjadi perhatian utama dalam pemetaan strategi. Selain itu, Gubernur memberikan mandat khusus pada cabor yang dianggap paling bergengsi.
“Dan ada satu yang saya minta agar bisa juara adalah untuk sepak bola. Sepak bola ini adalah cabang yang paling bergengsi. Bagaimana caranya kita harus bisa juara,” imbuhnya.
Untuk itu dirinya menekankan bahwa kemenangan di cabor tim menjadi kunci penguatan citra olahraga Kaltim.
Menyikapi kekhawatiran mengenai isu pemotongan anggaran yang sering kali menjadi kendala persiapan PON, Gubernur Rudy Mas’ud memberikan tanggapan yang sangat tegas dan optimis. Ia menilai tantangan fiskal tersebut bukanlah hambatan hakiki. “Tenang, anggaran itu saya rasa itu cuma ilusi saja,” ujarnya.
Rudy Mas’ud meyakinkan bahwa sebagai provinsi yang kaya akan sumber daya dan talenta, Kaltim akan selalu menemukan solusi untuk mendukung atletnya.
“Urusan duit nanti, pemerintah sangat memberikan support. Kami men-support-nya tidak 100%, tapi 1000%. Bagaimana caranya agar atlet-atlet kita di sini bisa menjadi juara nasional untuk PON di tahun 2028 nanti,” pungkasnya.
Penyerahan bonus ini menjadi titik tolak resmi era persiapan menuju PON XXII. Dengan penegasan komitmen finansial 1000% dari Gubernur Rudy Mas’ud, serta fokus strategis yang jelas pada penguatan lumbung medali dan cabor bergengsi seperti sepak bola, Kaltim siap mengubah statusnya dari kontestan menjadi kekuatan dominan olahraga nasional.
Seluruh insan olahraga Bumi Etam kini memiliki peta jalan yang pasti, didukung penuh oleh pemerintah daerah, untuk mengibarkan panji “Juara Nasional” di NTB dan NTT pada tahun 2028. (CIN/Adv/Diskominfokaltim)













