Persepsinews.com, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal dengan fokus pada pengisian kuota institusi strategis nasional.
Melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim, Pemprov meluncurkan pelatihan intensif dan komprehensif bagi calon peserta seleksi Akademi Militer (Akmil), Akademi Kepolisian (Akpol), Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), serta berbagai sekolah kedinasan lainnya.
Program ambisius yang diikuti oleh 50 peserta terpilih ini dinilai sangat selaras dengan Program JosPol Pemprov Kaltim, khususnya pada komponen pengembangan inovasi dan peningkatan kualitas sektor pelayanan publik yang menjamin kesempatan merata bagi putra-putri daerah.
Analis Kebijakan Bidang Pengembangan Pemuda Dispora Kaltim, Rusmulyadi, mengungkapkan bahwa pelatihan ini adalah strategi krusial untuk memperkuat keterwakilan talenta asli Kaltim di institusi strategis tingkat nasional.
“Kami ingin memastikan anak-anak Kaltim punya kesempatan yang sama dan siap bersaing di kancah nasional. Selama ini, kami amati banyak kuota provinsi yang seharusnya bisa diisi oleh putra daerah, namun kenyataannya terisi oleh pendaftar dari luar. Ini yang ingin kami perbaiki secara sistematis,” ujar Rusmulyadi.
Dirinya menyebutkan, selama pelatihan berlangsung seluruh fasilitas diberikan secara gratis kepada peserta. Komitmen ini selaras dengan semangat Program Jospol dalam menghilangkan hambatan biaya akses pendidikan dan pembinaan. Pemprov Kaltim menanggung akomodasi penuh, konsumsi, seragam, hingga bimbingan materi yang komprehensif.
Kurikulum yang disajikan fokus pada aspek-aspek kunci seleksi, mencakup Tes Intelegensi Umum (TIU), psikologi, serta sesi pembahasan soal yang dibimbing langsung oleh penguji dan instruktur berpengalaman.
Lebih dari sekadar bimbingan akademik, peserta juga mendapatkan fasilitas tes jasmani lengkap untuk memetakan dan meningkatkan kemampuan fisik mereka.
“Mereka dapat fasilitas lengkap, termasuk tes jasmani yang penting untuk memetakan kemampuan dasar. Target kami, saat tes resmi pada Februari mendatang, mereka sudah benar-benar siap secara mental dan fisik,” jelas Rusmulyadi.
Dispora Kaltim secara ketat mewajibkan seluruh peserta memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kaltim. Penekanan pada SDM lokal ini merupakan komitmen Dispora untuk fokus pada penguatan basis kualitas putra-putri daerah, terutama mengingat adanya alokasi kuota khusus di Akmil dan Akpol.
“Untuk Akmil dan Akpol memang ada jatah alokasi provinsi, tetapi sering kali tidak terisi oleh anak Kaltim. Program ini adalah upaya nyata untuk mengisi kekosongan tersebut dengan talenta terbaik dari daerah kita,” tegasnya.
Guna meningkatkan motivasi dan memberikan gambaran nyata mengenai lingkungan akademik dan standar seleksi yang ketat, peserta juga dijadwalkan akan melakukan kunjungan lapangan ke beberapa lembaga pendidikan kedinasan ternama, seperti STAN dan IPDN.
“Kami ingin mereka melihat sendiri atmosfer pendidikan di sana, agar semakin termotivasi dan memahami tantangan yang akan dihadapi. Ini adalah bagian dari pembentukan mental juara,” tambah Rusmulyadi.
Rusmulyadi menegaskan bahwa program ini merupakan dukungan penuh terhadap arahan Gubernur Kaltim yang mendorong pembinaan pemuda secara gratis, merata, dan berorientasi pada hasil jangka panjang.
Program pelatihan intensif ini merupakan inisiatif penuh dari Dispora Kaltim, yang mencerminkan komitmen untuk membangun ekosistem pembinaan pemuda yang lebih sistematis dan berkelanjutan.
“Generasi emas Kaltim harus punya pemimpin dari sisi militer dan kedinasan. Program ini adalah investasi jangka panjang yang krusial bagi masa depan Kaltim, bukan sekadar kegiatan seremonial,” tutupnya.
Dengan ini, dirinya menunjukkan komitmen serius Pemprov Kaltim dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. (CIN/Adv/Diskominfokaltim)













