spot_img

Pabrik Pakan Ternak Jospol Siap Dibangun, Pemprov Kaltim Genjot Kemandirian Pasokan Peternak

Persepsinews.com, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur resmi memulai langkah strategis untuk memperkuat sektor peternakan melalui pembangunan pabrik pakan ternak yang menjadi bagian dari Program Jospol Hilirisasi. Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pakan dari luar daerah yang selama ini menjadi faktor pemicu tingginya biaya produksi peternak.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPPKUKM) Kaltim, Heni Purwaningsih, menyampaikan bahwa pembangunan pabrik tersebut merupakan jawaban atas keluhan peternak ayam petelur yang kesulitan mendapatkan suplai pakan lokal dalam jumlah memadai.
“Pasokan pakan ternak kita selama ini tidak stabil. Peternak kewalahan karena produksi lokal belum mampu memenuhi kebutuhan,” jelasnya.

Pabrik ini dibangun di atas lahan hibah seluas 1 hektare yang kini resmi menjadi aset Pemerintah Provinsi Kaltim. Status lahan tersebut memungkinkan pemerintah melakukan intervensi langsung dalam pengelolaan pabrik serta memberikan pendampingan hingga pabrik beroperasi optimal.
“Kalau bukan aset pemprov, kami tidak bisa turun langsung. Dengan hibah ini, kami bisa memastikan pabrik berjalan dan berkembang,” tegas Heni.

Selain bangunan utama, area di sekitar pabrik juga disiapkan untuk fasilitas penunjang seperti gudang bahan baku, gudang produksi, dan ruang penumpukan hasil pakan.

Pabrik Jospol ini akan memiliki kapasitas awal 5 ton pakan per hari. Namun angka tersebut masih belum mampu memenuhi kebutuhan peternak di seluruh Kaltim.
“Lima ton per hari itu masih jauh dari cukup, tapi ini menjadi langkah awal menuju kemandirian pasokan pakan,” ungkap Heni.

Saat ini sebagian besar pakan ternak di Kaltim masih dipasok dari luar daerah, bahkan dari luar pulau. Beberapa bahan bakunya merupakan bahan impor yang rentan memicu kenaikan harga dan berdampak pada tingginya harga telur komoditas yang kerap acara tekanan pada inflasi daerah.

Sebagai bagian dari Program Jospol Hilirisasi, pembangunan pabrik ini diproyeksikan menjadi proyek percontohan untuk pengembangan industri pakan di kabupaten/kota lainnya. Pemerintah berharap pabrik ini mampu membuka pintu inovasi sektor peternakan sekaligus menekan biaya produksi peternak lokal.

Setelah beroperasi stabil, pabrik ini ditargetkan turut memberikan kontribusi bagi pendapatan asli daerah.
“Kita akan berikan masa penyesuaian terlebih dahulu sebelum kontribusi penuh diberlakukan,” kata Heni.

Pembangunan pabrik pakan ternak Jospol ini menandai komitmen Pemprov Kaltim dalam menciptakan kemandirian produksi, memperkuat ketahanan pangan, dan menjaga stabilitas harga komoditas peternakan di daerah. (Han911/adv/Diskominfokaltim)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer