
Persepsinews.com, Samarinda — Penurunan dana transfer dari pemerintah pusat pada tahun anggaran mendatang menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kreativitas dan inovasi dalam menjaga kualitas pelayanan publik. Pesan itu mengemuka dalam Sharing Session ke-99 yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalimantan Timur, dengan menghadirkan ekonom nasional Bhima Yudhistira sebagai narasumber.
Kepala BPSDM Kaltim, Dra Nina Dewi, M.AP, menegaskan bahwa tekanan fiskal nasional yang diprediksi semakin ketat pada 2026 harus dijawab daerah dengan kebijakan yang adaptif dan efisien.
Ia mengingatkan, berkurangnya dana transfer pusat merupakan tantangan yang tak bisa dihindari, sehingga pemerintah daerah wajib menemukan cara-cara baru agar kualitas pelayanan publik tidak ikut menurun.
“Penurunan dana transfer dari pusat menuntut pemerintah daerah untuk semakin kreatif, adaptif, dan inovatif. Kita harus memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meskipun fiskal sedang tertekan,” ujar Nina Dewi.
Ia menambahkan, daerah perlu memperkuat inovasi kebijakan, melakukan efisiensi tata kelola, dan meningkatkan kolaborasi antar sektor. Melalui kegiatan seperti Sharing Session, wawasan ASN diharapkan makin luas terkait alternatif pembiayaan, perencanaan adaptif, hingga strategi mempertahankan kualitas layanan di tengah keterbatasan anggaran.
Sementara itu, narasumber Bhima Yudhistira memaparkan proyeksi tantangan fiskal 2026 serta berbagai peluang yang dapat dikelola daerah. Menurutnya, penguatan ekonomi lokal, inovasi layanan publik, dan efisiensi belanja pemerintah menjadi kunci menghadapi situasi ini.
Kegiatan yang dipandu moderator Stella Sinaga tersebut mendapat dukungan penuh dari tim penyelenggara BPSDM Kaltim. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













