
Persepsinews.com, Samarinda – Pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat usulan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan. Lokasi pembangunan yang berada di Kelurahan Bukit Biru, Kecamatan Tenggarong, Kutai Kartanegara, kini telah mencapai progres pematangan sekitar 40 persen.
Kepala Dinas Sosial Kaltim, Andi Muhammad Ishak, menjelaskan bahwa proses yang dilakukan saat ini mencakup pembukaan lahan, pemerataan tanah, penyesuaian kontur, hingga penyiapan akses kendaraan proyek. Seluruh proses tersebut dikerjakan oleh Dinas PUPR Kaltim melalui pendanaan pergeseran dan perubahan APBD.
“Progres di lapangan sudah berjalan. PUPR sudah mulai membuka lahan, melakukan pengotangan, dan ini sekarang sudah sekitar 40 persen. Target awalnya adalah membuka lahan minimal 5 hektare sebagai tahap pertama,” ungkap Andi.
Meski sempat dipertimbangkan untuk dipindah ke alternatif lokasi lain, Pemprov Kaltim memastikan bahwa pengerjaan tetap dilanjutkan di Bukit Biru karena belum ada lokasi pengganti yang clear and clean.
“Kita masih menunggu usulan lokasi alternatif. Namun karena lahan pengganti belum ada dan anggaran sudah teralokasi, maka lahan Jahab tetap dikerjakan. Kita tidak bisa menunda pengerjaan,” katanya.
Lokasi tersebut juga dianggap strategis karena berada tepat di pinggir jalan besar, sehingga akses terhadap utilitas dasar seperti listrik dan air lebih mudah disiapkan. Lahan ini juga merupakan aset Dinas Perkebunan yang kini dialokasikan untuk proyek pembangunan Sekolah Rakyat.
Andi menegaskan bahwa keberhasilan pematangan lahan menjadi faktor penentu percepatan pembangunan fisik sekolah. Jika lahan sudah siap, usulan pembangunan dapat segera diajukan kembali ke pemerintah pusat.
“Begitu lahan sudah benar-benar siap, clear and clean, kita langsung ajukan kembali untuk pembangunan fisiknya. Pusat sudah siap mendukung, tinggal menunggu kesiapan kita di daerah,” jelasnya.
Untuk tahap awal, sekitar 5 hektare lahan ditargetkan dapat dibuka dan diratakan. Dengan luasan itu, kebutuhan minimal pembangunan beberapa unit gedung sudah bisa terpenuhi.
Pematangan lahan ini juga menjadi pintu masuk investasi pusat mencapai Rp200 miliar untuk pembangunan gedung, fasilitas belajar, asrama, laboratorium, ruang praktik, hingga sarana olahraga.
Selain membuka ruang pendidikan bagi siswa SD, SMP, dan SMA dalam tiga rombongan belajar per tingkat, keberadaan gedung permanen ini juga akan memperkuat kualitas layanan pendidikan bagi keluarga kurang mampu di seluruh Kaltim.
“Ini investasi besar. Kita siapkan lahannya agar pembangunan bisa segera dilaksanakan,” tegas Andi. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













