Persepsinews.com, Samarinda — Kebahagiaan tak terbendung dirasakan Ujud Anto Prayitno, marbot Masjid Jami Al Istiqomah Badak 1, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lelaki kelahiran 1958 itu Agustus lalu pulang dari Tanah Suci setelah menjalani ibadah umrah selama sembilan hari melalui program umrah gratis Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam skema GratisPol.
Ujud berangkat pada 26 Agustus bersama kloter pertama. Selama perjalanan ibadah, ia menghabiskan empat hari di Mekkah dan tiga hari di Madinah. Program ini sepenuhnya ditanggung pemerintah, mulai dari tiket, akomodasi, konsumsi hingga seluruh rangkaian perjalanan ibadah.
Ia hanya mengeluarkan biaya pribadi untuk kebutuhan administrasi wajib seperti vaksin dan pembuatan paspor, serta biaya menyewa mobil menuju Balikpapan.
“Perasaan saya bersyukur, Alhamdulillah saya telah diumrahkan Pak Gubernur lewat program GratisPol. Kalau pakai uang pribadi, mungkin saya tidak akan tahu bagaimana Mekkah dan Madinah. Penghasilan marbot kecil, jadi program ini benar-benar terbukti membantu,” ungkap Ujud yang telah 10 tahun menjadi marbot masjid di Muara Badak tersebut.
Ia mengaku berangkat ditemani sang istri, meski untuk istrinya ia membayar biaya penuh sebesar Rp35 juta.
Keputusan itu diambil karena ia khawatir jika terjadi sesuatu selama perjalanan, ia tidak ingin istrinya sendiri atau tertinggal di rumah.
Meski demikian, selama berada di Tanah Suci, seluruh kegiatan ibadah dan kunjungan ziarah tetap difasilitasi tanpa biaya tambahan oleh pihak travel.
Ujud bercerita bahwa ia menerima kabar terpilih sebagai penerima umrah gratis setelah dihubungi langsung oleh pihak Pemprov Kaltim.
Sebelumnya, ketua masjid telah mengirimkan data dirinya sebagai marbot aktif selama sepuluh tahun.
“Saya dapat informasi mendapat umrah gratis setelah ditelpon Pemprov. Besok saya juga akan diundang ke Sempaja untuk penyerahan bantuan secara simbolis. Alhamdulillah, senang sekali,” tuturnya.
Ada satu hal menarik yang juga menjadi pengalaman spiritual bagi Ujud. Ia mengaku sempat sakit sepulang dari Mekkah, namun ia justru mendapatkan kekuatan baru yang tak disangka-sangka.
“Alhamdulillah saya berhenti merokok. Padahal saya sudah merokok sejak 1983. Tapi pulang dari sana, saya berhenti total,” ujarnya.
Ayah tiga anak asal Blitar yang sudah menetap di Kalimantan sejak 1983 ini menyampaikan salam dan ungkapan terima kasih yang mendalam kepada Gubernur Kaltim. Ia menyebut apa yang ia alami adalah wujud pertolongan Allah melalui program pemerintah.
“Salam hormat untuk Bapak Gubernur. Terima kasih, tidak mungkin Pak Ujud ini bisa umrah kalau bukan jalan Allah lewat bantuan pemerintah. Salam saya mewakili para marbot lainnya. Terima kasih Pak Gubernur,” ucapnya haru.
Program umrah gratis bagi marbot dan pengurus masjid merupakan salah satu bentuk perhatian Pemprov Kaltim terhadap para penjaga rumah ibadah yang selama ini mengabdikan diri tanpa pamrih.
Ujud menjadi salah satu bukti nyata bagaimana program tersebut memberi dampak langsung dan membawa kebahagiaan bagi masyarakat kecil. (Han911/adv/Diskominfokaltim)













