Persepsinews.com, Balikpapan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Yusuf Mustafa, S.H., M.H., secara konsisten terus berupaya memperkokoh pilar demokrasi di tingkat akar rumput melalui agenda Sosialisasi Penguatan Demokrasi.
Rangkaian kegiatan yang menyasar Wilayah II Kota Balikpapan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, 22-24 Januari 2026.
Salah satunya, agenda tersebut dilaksanakan di Pondok Modern Asy-Syifa, RT 47, Kelurahan Karang Joang, Kecamatan Balikpapan Utara, pada Jumat (23/01/2026).
Dengan mengusung tema “Partisipasi Publik dalam Penyelenggaraan Tata Pemerintahan Yang Demokratis”, Yusuf Mustafa menekankan bahwa esensi dari demokrasi yang sehat bukan sekadar pelaksanaan pemilihan umum, melainkan keterlibatan aktif masyarakat dalam mengawal kebijakan publik sehari-hari.
Dalam pemaparannya di hadapan warga Karang Joang, Yusuf Mustafa menjelaskan bahwa demokrasi yang kuat memerlukan sinergi yang harmonis antara pemerintah dan rakyat.
Ia menegaskan bahwa setiap individu memiliki hak dan kewajiban yang sama untuk memastikan roda pemerintahan berjalan transparan dan akuntabel.
Menurutnya, partisipasi publik adalah instrumen utama untuk mencegah terjadinya kebijakan yang tidak tepat sasaran.
”Demokrasi tidak boleh berhenti di kotak suara. Masyarakat harus menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan hingga mengawasi pembangunan. Kehadiran saya di sini adalah untuk memastikan bahwa setiap warga di Balikpapan Utara memahami betapa berharganya suara dan peran mereka dalam menjaga marwah pemerintahan yang bersih,” ujar Yusuf Mustafa.
Lebih lanjut, legislator Karang Paci ini juga menyoroti pentingnya edukasi politik yang berkelanjutan agar masyarakat tidak mudah terfragmentasi oleh isu-isu yang memecah belah.
Yusuf meyakini bahwa pemahaman yang matang mengenai tata kelola pemerintahan akan melahirkan masyarakat yang kritis namun tetap konstruktif dalam memberikan masukan kepada pemerintah daerah.
”Kita ingin membangun sebuah ekosistem di mana publik merasa memiliki pemerintahannya. Ketika warga aktif berpartisipasi, maka keputusan yang diambil oleh pemerintah akan lebih berlegitimasi dan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat di lapangan,” tambahnya.
Untuk penjelasan lebih rinci tentang pentingnya keikutsertaan masyarakat dalam demokrasi, Yusuf Mustafa menghadirkan dua narasumber yang ahli dibidangnya yaitu Ir. Nurdin Ismail dan Drs. Sutarno, dengan dipandu oleh moderator Meggy Eplan.
Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan sesi diskusi interaktif yang disambut antusias oleh warga sekitar, sebagai wujud nyata komitmen DPRD Kaltim dalam menyerap aspirasi sekaligus mengedukasi masyarakat secara langsung di lapangan. (Red)













