Persepsinews, Samarinda – Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) dr Jaya Mualimin mengatakan, penanganan kasus Demam Berdarah Dengue harus dilakukan dengan penanganan yang cepat dan tepat untuk menghindari potensi kematian.
Dikarenakan Demam Berdarah Dengue (DBD) menjadi penyakit yang mampu mengancam nyawa karna diakibatkan disfungsi sirkulasi atau syok hipovolemik yang disebabkan oleh peningkatan permeabilitas kapilar dan perdarahan, sehingga terjadi plasma leakage, penurunan perfusi organ, penurunan suplai oksigen dan nutrien untuk sel yang dapat berlanjut dengan gagal organ multiple dan kematian.
Penanganan yang responsif dari tenaga kesehatan sangat perlu dilakukan agar pasien DBD tidak jatuh dalam kondisi Syok Hipovolemik.
“Penyakit DBD itu harus cepat penanganannya, kalau tidak dia akan kekurangan cairan dan bisa syok hipovolemik,” tutur Jaya di Kantornya.
Disampaikan Jaya, walau terdapat peningkatan sejak awal tahun di slbeberapa wilayah namun dalam satu tahun belakangan angka kematian DBD berhasil ditekan dan alami penurunan.
Dinkes Kaltim pun dalam hal ini terus berupaya menurunkan kasus DBD di daerah dengan sejumlah program yang dimiliki.
“Salah satunya seperti vaksinasi DBD yang dipusatkan di Balikpapan dengan menyiapkan 9,800 dosis untuk anak-anak,” tandansya. (Ozn)













