Persepsinews, Samarinda – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Prov. Kaltim menyelenggarakan FGD Komoditas Aneka Ternak untuk pembinaan dan mengembangkan sektor peternakan secara berkelanjutan serta berdaya saing bertempat di Hotel Grand Senyiur.
Kegiatan ini dilatarbelakangi potensi komoditas aneka ternak di Kalimantan Timur sangat besar dan menjadi salah satu komoditas diversifikasi peternakan yang berpengaruh signifikan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi Kaltim. Namun, intervensi pemerintah dalam pengembangan sektor budidayanya masih belum optimal, terbatas pada peraturan terkait retribusi dan perizinan.
Kepala DPKH Provinsi Kalimantan Timur, Fahmi Himawan mengatakan, tidak semua rumah walet yang berdiri di daerah ini berisi walet dan menghasilkan sarang. Saat ini, masyarakat secara mandiri mendirikan bangunan rumah walet. Di tengah keterbatasan data yang dapat diakses, DPKH Kalimantan Timur telah menghimpun data dari berbagai sumber.
“Tercatat ada 94 rumah walet yang terdaftar di Kalimantan Timur, yang tergabung dalam 16 perusahaan, dengan kapasitas produksi tahunan mencapai lebih dari 20.000 kg. Sedangkan jumlah rumah sarang burung walet yang terdapat di kabupaten/kota sekitar 4653 rumah,” ungkap Fahmi, Rabu.
Meskipun potensi pasar dan harga sarang burung walet sangat besar, banyak masalah yang dihadapi di lapangan, seperti penurunan populasi akibat kebiasaan walet yang bermigrasi, tata letak rumah walet yang salah, rumah walet yang tidak berada pada jalur walet, keterbatasan pakan alami, dan adanya hama seperti tikus dan musang.
Sebagai dukungan pemerintah untuk meningkatkan produksi sarang burung walet, diperlukan upaya-upaya dalam membudidayakan burung walet tersebut. Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Timur melalui bidang Perbibitan dan Budidaya Ternak berusaha melakukan peningkatan produksi sarang burung walet secara bertahap.













