Persepsinews.com, Samarinda – Upaya pencarian korban tenggelam di Sungai Karang Mumus, tepatnya di sekitar Jembatan Arif Rahman Hakim, Kelurahan Sungai Pinang Luar, Kecamatan Samarinda Kota, masih belum membuahkan hasil hingga hari kedua, Selasa (1/4/2025).
Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Effendi, mengungkapkan bahwa pencarian dilakukan oleh tim SAR gabungan sejak Senin (31/3/2025). Tim yang terdiri dari Basarnas, TNI/Polri, BPBD, Disdamkarmat, dan relawan terus melakukan penyisiran menggunakan speed boat dan perahu sejauh 1,3 km ke arah muara sungai.
“Pencarian dengan melakukan penyisiran menggunakan speed boat maupun perahu, sejauh kurang lebih 1,3 km ke arah muara sungai,” jelas Riqi Effendi.
Berdasarkan informasi yang beredar, insiden ini berawal dari dugaan percobaan bunuh diri yang terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 03.00 WITA. Sejumlah saksi mata melihat seseorang melambaikan tangan di sungai, disusul suara percikan air yang diduga berasal dari orang tercebur.
“Jadi memang awalnya pada Senin ada informasi sekitar jam 3 subuh, percobaan bunuh diri, tetapi belum diketahui identitasnya. Setelah itu ada saksi yang melihat orang melambaikan tangan di sungai, ditambah dengan terdengar orang tercebur,” lanjutnya.
Selain kesaksian warga, pihak keluarga juga datang ke lokasi pencarian dan mengaku sebagai kerabat korban. Mereka mengidentifikasi sandal yang tertinggal di atas jembatan sebagai milik anggota keluarga mereka yang tidak pulang sejak malam takbiran.
“Mereka mengaku itu keluarganya, karena sejak malam takbiran itu tidak ada pulang ke rumah. Makanya, kami langsung melakukan upaya pencarian,” ujar Riqi Effendi.
Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan dengan harapan korban segera ditemukan. (Red)