Persepsinews, Samarinda – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Timur (Kaltim) merespon adanya kebijakan baru pemerintah terkait pembatasan konsumsi produk susu kemasan. Kebijakan ini dinilai berfokus pada pembatasan konsumsi susu kemasan dalam rangka meningkatkan pemberian ASI eksklusif serta mengurangi risiko diabetes pada anak-anak.
Kepala BKKBN Kaltim dr. Sunarto mengatakan, langkah ini diambil sebagai respons terhadap data yang menunjukkan peningkatan konsumsi susu kemasan di kalangan anak-anak, yang berdampak negatif pada kesehatan mereka. Pihak BKKBN menyatakan bahwa ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal anak, serta untuk mencegah berbagai penyakit di masa depan.
“Mungkin arahnya kepada asi ekskusif, karna asi ekslusif kita masih rendah, makanya diharapkan ada perubahan perilaku yang lebih sehat bisa mencapai 100 persen,” kata Sunarto saat di Konfirmasi di Samarinda (15/8/2024).
Pihak BKKBN berharap dengan kebijakan ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ASI eksklusif dan mengurangi potensi risiko diabetes serta masalah kesehatan lainnya yang dapat timbul akibat konsumsi susu kemasan yang tidak terkontrol.
Langkah ini diharapkan akan mendapat dukungan penuh dari masyarakat dan stakeholder terkait agar tujuan kesehatan anak di Kaltim dapat tercapai dengan optimal.
“Pemerintah mau mendorong itu, apalagi sekarang banyak kasus diabetes anak yang cuci darah itulah yang mendorong pemerintah mengeluarkan kebijakan itu, tentu pemerintah kemudian memikirkan untuk bisa diatasi,” tutupnya. (Ozn)













