spot_img

Tambang Ilegal Serobot Hutan Pendidikan Unmul, Dosen: Kami Sudah Jaga, Negara Masih Diam

Persepsinews.com, Samarinda – Kawasan Hutan Pendidikan milik Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman (Unmul) kembali dirambah oleh aktivitas tambang ilegal. Sejak 4 April 2025, lima alat berat diduga milik Koperasi PMM terpantau telah memasuki dan beroperasi di dalam area Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Unmul.

Ironisnya, aktivitas penambangan ini berlangsung saat mayoritas sivitas akademika sedang mudik merayakan Lebaran. Meski dalam suasana libur, sejumlah mahasiswa tetap berjaga dan melakukan pemantauan di lokasi.

Dosen Fakultas Kehutanan Unmul, Rustam, mengungkapkan bahwa kejadian ini bukan kali pertama terjadi. “Sejak awal 2024, pelaku yang sama sudah pernah membuka lahan, bahkan sempat menyebabkan longsor karena batas hutan kami hanya pagar gantung,” ujarnya, Senin (7/4/2025).

Pihak Unmul telah mengirimkan surat resmi ke Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Gakkum KLHK) sejak Agustus 2024, namun hingga kini belum mendapat tanggapan.

“Kami sudah mengirim surat sejak lama, tapi tidak ada respons. Kami hanya bisa menjaga kawasan ini dengan portal dan pengawasan. Tapi tambang itu biasanya hit and run – gali, ambil, kabur,” lanjut Rustam.

Dalam dua hari, tepatnya 4–5 April, lima ekskavator terpantau beroperasi di lahan seluas 3,26 hektare. Area tersebut merupakan hutan sekunder tua dalam kondisi yang masih sangat baik, dan memiliki nilai ekologis dan pendidikan tinggi.

Hari ini, perwakilan dari Gakkum KLHK, Dinas Kehutanan Kaltim, dan Dinas ESDM Kaltim telah mendatangi lokasi. Namun, Rustam menilai upaya hukum terhadap kasus ini belum maksimal.

“Kami berharap negara serius menjaga KHDTK kami. Ini bukan hanya hutan, tapi ruang belajar yang telah membentuk ribuan lulusan kehutanan sejak 1974. Jika negara terus diam, maka kejahatan lingkungan seperti ini akan terus terulang,” tegas Rustam. (Red)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer