
Persepsinews.com, Samarinda – Program Zero Tambang di Samarinda dinilai menjadi peluang untuk mengubah bekas lahan galian menjadi kawasan yang lebih bermanfaat bagi masyarakat.
Sekretaris Komisi I DPRD Samarinda, Ronald Lonteng, menyebut reklamasi pascatambang bisa diarahkan pada pembangunan ruang hijau, kolam retensi, maupun zona konservasi air.
“Bekas galian bisa kita sulap menjadi kawasan hijau, kolam retensi, atau zona konservasi air yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya, Kamis (4/9/2025).
Menurut Ronald, lubang-lubang tambang yang tidak direklamasi justru menjadi sumber masalah baru, termasuk memperparah genangan saat musim hujan.
“Jika dibiarkan, maka lubang-lubang tambang itu akan menjadi sumber masalah baru,” ucapnya.
Ia menambahkan, pemulihan lahan tidak boleh hanya menjadi beban pemerintah, melainkan tanggung jawab perusahaan tambang. Program Zero Tambang, kata Ronald, seharusnya menjadi titik balik dalam pembangunan kota yang lebih tangguh terhadap bencana.
“Kalau ini dijalankan dengan konsisten, lahan pascatambang justru bisa memberi kontribusi nyata dalam mengatasi banjir sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan kota,” pungkasnya. (Sn/Adv DPRD Samarinda)













