
Persepsinews, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur terus mendorong agar perempuan lebih aktif dalam kegiatan berwirausaha. Hal itu dilakukan guna mewujudkan kesetaraan gender.
Sebelumnya Sekretaris Daerah Kaltim Sri Wahyuni menuturkan, kewirausahaan perempuan tidak hanya membentuk kemandirian, namun lebih kepada mental tentang bagaimana dirinya mampu menguasai aset yang dia kerjakan dalam berusaha. Bukan berarti kedudukannya lebih tinggi dari suami namun untuk membentuk mental berani dalam mengemban tanggung jawab.
“Kami menginginkan melalui Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) bisa melakukan pembinaan rutin dan berkala kepada ibu-ibu dalam kewirausahaan perempuan untuk menguatkan kesetaraan gender dan meningkatkan kualitas keluarga,” tutur Sri Wahyuni.
Menanggapi hal tersebut Kepala Bidang Kesetaraan Gender Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak DKP3A Kaltim Dwi Hartini memgungkapkan, selama satu tahun terakhir ini kontribusi wanita terhadap bidang kewirausahaan mengalami peningkatan yang signifikan. Sepanjang tahun 2021 hingga 2022 saat ini sudah ada sebanyak 103.021 pelaku UMKM perempuan yang ada di Kalimantan Timur.
“Kami bekerjasama dengan Disperindagkop, terjadi peningkatan terdata di 2021 86 ribu tahun 2022 103.021 UMKM Perempuan,” ungkap Dwi di Kantornya Rabu (7/12/2022).
Disampaikan Dwi, kondisi ini harus terus dipertahankan agar tingkat kesetaraan gender bisa berkembang dan berdampak terhadap pembangunan di Kaltim.
Pemerintah Daerah pun akan terus memberikan support kepada perempuan Kaltim agar terus bisa mengembangkan potensi diri di bidang usaha agar mampu bersaing. Hal itu dilakukan dengan memberikan pelatihan khusus kepada mereka, dan sejauh ini sudah banyak instansi yang menjalankan program pelatihan tersebut.
“Ini perlu dikawal ketat karna UMKM ini ketat ya, harus di dampingi secara terus menerus, tugas pemerintah juga dalam hal meningkatkan kualitas,” ucapnya. (Ozn/ Adv DKP3A Kaltim)













