spot_img

Tepi Taman Musik Tenggarong Longsor, Ahmad Yani Minta Konstruksi Dikaji Ulang

Persepsinews.com, Kukar – Kerusakan Turap pada bagian tepi anak Sungai Mahakam di kawasan Taman Musik Tenggarong menjadi perhatian DPRD Kutai Kartanegara (Kukar). Area yang dibangun sejak 2025 itu mengalami longsor sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kekuatan konstruksi yang digunakan.

Ketua DPRD Kukar, Ahmad Yani, turun langsung meninjau lokasi pada Selasa (03/11//2026) pagi. Dalam inspeksi mendadak tersebut, ia didampingi Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar untuk melihat kondisi kerusakan sekaligus mendorong evaluasi terhadap struktur bangunan.

Ia meminta agar struktur yang ada terlebih dahulu dikaji untuk menentukan apakah masih memungkinkan dipertahankan atau perlu diganti dengan konstruksi baru.

“Ya, kami dari DPRD memastikan bahwa ini harus dikaji kembali. Apakah struktur yang ada masih bisa dipertahankan atau memang harus diganti dengan konstruksi yang baru. Itu perlu dihitung terlebih dahulu, karena kondisi saat ini sudah tidak mencerminkan standar teknis yang semestinya,” ujar pria yang akrab disapa Yani itu saat berada di area Taman Musik Tenggarong.

Diketahui, pembangunan Taman Musik Tenggarong menelan anggaran keseluruhan sekitar Rp37,14 miliar. Dengan nilai pembangunan tersebut, kondisi konstruksi yang mengalami kerusakan perlu mendapat perhatian serius.

Menurut Yani, kondisi konstruksi di lapangan menunjukkan adanya bagian yang tidak lagi sejajar dan mengalami kerusakan. Karena itu, keputusan perbaikan tidak boleh dilakukan tanpa perhitungan teknis yang matang. Dan, Dinas PU perlu melakukan kajian lebih lanjut untuk menentukan metode penanganan yang tepat.

Meski demikian, Yani berpandangan, pekerjaan yang masih memungkinkan untuk dilanjutkan sebaiknya tidak harus dihentikan seluruhnya. Bagian yang kondisinya masih dapat diperbaiki bisa dikerjakan, sementara titik kerusakan perlu ditangani berdasarkan hasil evaluasi.

“Bagian yang masih memungkinkan untuk diperbaiki bisa dikerjakan. Kondisinya juga tidak terlalu parah, sehingga mungkin hanya sebagian yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Lebih lanjut, politisi dari fraksi PDIP itu juga mengingatkan, agar perbaikan pada bagian yang rusak diperhitungkan dengan konstruksi lanjutan. Penanganan yang dilakukan secara terpisah tanpa perencanaan menyeluruh dikhawatirkan justru memunculkan persoalan baru.

“Daripada menggunakan konstruksi seperti ini, lebih baik sekalian menggunakan batu yang bisa dikunci agar konstruksinya lebih kuat dan kokoh,” pungkasnya. (Rob/Adv DPRD Kukar)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer