Persepsinews.com, Samarinda – Anggota Komisi II DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Timur (Kaltim), Aus Hidayat Nur, menyoroti kondisi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Indonesia yang mayoritas belum sehat secara manajerial maupun finansial.
Menurutnya, dari sekitar 1.100 BUMD yang ada di seluruh Indonesia, hanya puluhan yang benar-benar berada dalam kondisi sehat.
BUMD yang sehat, kata Aus, seharusnya mampu menjadi contoh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi pemasukan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara itu, BUMD yang masih “sakit” perlu segera dibenahi dengan pengawasan ketat dan strategi perbaikan yang tepat.
“Selama ini Komisi II DPR RI melihat tidak ada pengawasnya, sehingga kami melakukan pekerjaan ini di Kemendagri. Mudah-mudahan ini menggaoirahkan BUMD-BUMD,” ujar Aus, Rabu (11/6/2025).
Ia mengakui belum melihat langsung kondisi BUMD di Kaltim terkait mana yang sehat dan tidak.
Namun, secara umum, ia mencatat BUMD yang sehat biasanya bergerak di sektor kesehatan seperti BLUD rumah sakit, atau di sektor perbankan.
Sayangnya, di beberapa daerah seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah, bank milik daerah justru tengah bermasalah akibat kasus korupsi.
“Makanya ini perlu sekali mendapatkan perhatian khusus,” tegasnya.
Aus juga mendorong agar Kaltim membangun BUMD yang sehat dan berdaya saing, terutama di sektor strategis seperti perairan dan pertambangan. Ia menyoroti pengangkutan batu bara yang selama ini dibawa keluar daerah namun dikuasai pihak swasta.
Menurutnya, semestinya pengelolaan dan pengangkutannya bisa menjadi domain perusahaan daerah, sehingga potensi pendapatan tidak bocor keluar daerah.
“Kita juga membangun di sini BUMD yang sehat, terutama masalah BUMD perairan dan batu bara. Batu bara yang dibawa ke luar Kaltim, pengangkutannya harusnya perusahaan daerah yang menguasainya,” pungkasnya. (Fer)













