Persepsinews.com, Samarinda – Polresta Samarinda telah berhasil mengungkap kasus penemuan mayat seorang pria dengan luka tusukan di kebun warga di Jalan MT Haryono Rawasari 4, pada Selasa (28/3/2023) lalu.
Setelah penyelidikan, Polresta Samarinda menangkap seorang tersangka pencurian dengan kekerasan yang menyebabkan kematian korban, yang diidentifikasi dengan inisial SB.
Hal ini dijelaskan oleb Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli dalam rilis resminya di Mapolresta Samarinda, Senin (3/4/2023).
Dikatakan Ary, kejadian pembunuhan tersebut terjadi pada tanggal 27 Maret 2023, ketika pelaku, yang berada di Daerah Petung Kabupaten PPU, menelepon istri sahnya dengan nama Ratnawati untuk menanyakan tentang uang arisan yang berada di Samarinda.
“Namun, penjelasan istri pelaku dianggap kurang jelas, sehingga pelaku memutuskan untuk pergi ke Samarinda,” beber Ary.
Setelah tiba di Samarinda pada tanggal 28 Maret 2023 pukul 01.30 Wita, pelaku pergi ke rumah istri sahnya di Jl MT Haryono Rawasari 4 dan melihat seorang pria yang tidak dikenal berada di kamar istri pelaku.
Pelaku menganggap pria tersebut sebagai selingkuhan istrinya dan kemudian mengambil pisau badik dari tasnya dan menusuk korban satu kali di perut.
“Akibatnya, korban meninggal dunia,” katanya.
Setelah melakukan penusukan, korban melarikan diri sejauh 50 meter dari rumah. Namun, pelaku mengejarnya dan menusuk korban sebanyak lima kali pada bagian belakang tubuhnya.
Kemudian, korban berhasil menghindar namun terjatuh kembali dan pelaku menusuknya sebanyak lima kali ke arah perut.
“Pelaku juga mengambil hp milik korban setelah menemukannya di sekitar lokasi kejadian,” ungkapnya.
Usai kejadian itu, pelaku pergi dengan menggunakan sepeda motor menuju Petung, Kabupaten PPU. Setelah tiba di Petung, pelaku bersembunyi di daerah Sotek, area PT. Balikpapan Wana Lestari (BWL).
“Pada 30 Maret 2023, tim gabungan dari Polresta Samarinda mendapat informasi tentang keberadaan pelaku dan berhasil menangkapnya di daerah KM 53, Sotek, area PT. Balikpapan Wana Lestari,” pungkasnya. (Red)