Persepsinews.com, Balikpapan – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Timur, Dr. H. Yusuf Mustafa, S.H., M.H., kembali menggelar kegiatan Penguatan Demokrasi Daerah yang berfokus pada pentingnya pemahaman politik bagi masyarakat luas.
Kegiatan yang mengusung tema “Literasi Politik untuk Kemajuan Demokrasi Daerah” ini berlangsung di kawasan Perum HER II, Jalan Singgalang, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan, Kota Balikpapan, pada Sabtu sore, (11/04/2026).
Dalam sambutan pembukanya, Dr. H. Yusuf Mustafa menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk tanggung jawab moral anggota legislatif untuk memastikan warga memiliki wawasan yang cukup dalam menentukan arah masa depan daerah.
Dirinya menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah sangat bergantung pada sejauh mana masyarakatnya memahami hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara yang berdaulat.
”Demokrasi yang sehat hanya bisa terwujud jika masyarakat memiliki literasi politik yang memadai, sehingga keputusan yang diambil bukan berdasarkan ikut-ikutan saja, melainkan berlandaskan pemahaman yang jernih demi kemajuan Kalimantan Timur,” ujar Yusuf Mustafa di hadapan warga yang hadir.
Diskusi yang dipandu oleh Hartoyo selaku moderator ini menghadirkan H. Sugito, S.H., sebagai narasumber pertama. Dalam paparannya, Sugito menyoroti aspek hukum dan etika dalam berpolitik agar masyarakat tidak terjebak pada narasi-narasi negatif atau berita bohong yang sering kali muncul menjelang kontestasi politik di daerah.
”Penting bagi setiap individu untuk mengenali aturan main dalam berdemokrasi agar kita semua dapat berpartisipasi secara cerdas tanpa harus terpecah belah oleh perbedaan pandangan atau informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Sugito.
Senada dengan hal tersebut, narasumber kedua, Drs. Sutarno, memberikan perspektif mengenai dampak nyata dari partisipasi aktif masyarakat terhadap kebijakan publik.
Ia mengajak warga untuk lebih kritis dalam melihat program-program pembangunan dan berani memberikan masukan yang konstruktif kepada para pemangku kebijakan melalui saluran yang tepat.
”Literasi politik bukan sekadar tentang memberikan suara di tempat pemungutan suara, tetapi juga tentang bagaimana warga mampu mengawal setiap kebijakan yang diambil agar benar-benar selaras dengan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal,” jelas Sutarno.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 16.00 WITA ini mendapat sambutan hangat dari warga RT 48 Kelurahan Sepinggan.
Melalui forum diskusi terbuka ini, diharapkan masyarakat Balikpapan semakin sadar akan peran penting mereka dalam menjaga stabilitas dan kualitas demokrasi, sehingga tercipta tata kelola pemerintahan daerah yang lebih transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat. (Red)













