spot_img

Rumah Aspirasi Firnadi Ikhsan Fasilitasi Diklat 30 Guru Al-Qur’an di Kembang Janggut

Persepsinews.com, Kukar – Peningkatan kompetensi guru Al-Qur’an menjadi perhatian di wilayah hulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Sebanyak 30 pengajar mengikuti Diklat Standarisasi Guru Al-Qur’an Level 1 Metode Tilawati di Kecamatan Kembang Janggut, Sabtu-Minggu (12-13/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan para pengajar Al-Qur’an dari sejumlah desa dan lembaga pendidikan, termasuk Penoon, Genting Tanah, Loa Sakoh, Long Beleh, Kembang Janggut, Long Mahil hingga Damai di Kabupaten Kutai Barat.

Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari aspirasi para guru Al-Qur’an yang sebelumnya disampaikan kepada Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Firnadi Ikhsan, S.Pi., saat melaksanakan reses.

Para pengajar menyampaikan kebutuhan terhadap pembinaan yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus memperkuat teknik mengajar. Aspirasi tersebut kemudian dikoordinasikan melalui Ikatan Da’i Indonesia (IKADI) Kecamatan Kembang Janggut di bawah pembinaan H. Subli, S.P., M.Si.

Rumah Aspirasi Firnadi Ikhsan memfasilitasi pelaksanaan kegiatan dengan menggandeng Tilawati Education Centre (TEC) Kutai Kartanegara. Dukungan diberikan melalui penyelenggaraan kegiatan, instruktur serta modul pembelajaran.

Direktur Rumah Aspirasi Firnadi Ikhsan, S.Pi., Rusdiyono, mengatakan pelatihan tersebut ditujukan agar para guru memiliki tambahan pengetahuan dan metode pembelajaran yang dapat diterapkan di lembaga masing-masing.

“Melalui diklat standarisasi ini kita ingin para guru ngaji memiliki standar mengajar sebagai guru, sehingga anak-anak yang diajar mendapatkan ilmu bacaan Al-Qur’an yang benar,” kata Rusdiyono.

Ia menyebut kegiatan serupa telah dilaksanakan sebanyak tiga kali. Menurutnya, tingginya permintaan dari guru ngaji menjadi alasan program pembinaan tersebut akan terus dikembangkan.

Sementara itu, Ketua IKADI Kembang Janggut, Irwan, M.Pd., mengingatkan pentingnya ketepatan dalam mengajarkan bacaan Al-Qur’an. Sebab, ilmu yang diberikan guru akan kembali dipraktikkan oleh para santri.

Selama dua hari, peserta mendapatkan pembekalan mengenai standar bacaan Al-Qur’an, teknik mengajar, pengelolaan kelas dan pola pembinaan berjenjang dalam Metode Tilawati.

Melalui kegiatan tersebut, pembinaan guru Al-Qur’an diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan diklat, tetapi berlanjut melalui proses belajar dan evaluasi secara berkesinambungan. Dengan kompetensi pengajar yang semakin baik, kualitas pembelajaran Al-Qur’an bagi anak-anak di wilayah hulu Kukar diharapkan turut meningkat.

“Jangan pernah berhenti belajar dan terus tingkatkan kemampuan, karena apa yang kita ajarkan kepada anak-anak akan menjadi bagian dari bekal mereka dalam memahami dan membaca Al-Qur’an,” ujar Suriadi. (Red)

Related Articles

Media Sosial

15,000FansLike
10,000FollowersFollow
5,000FollowersFollow
- Advertisement -spot_img

Berita Terbaru

Berita Populer