Persepsinews.com, Samarinda – Borneo Internasional Fashion Festival (BIFF) antara Indonesia dan Australia bakal di gelar 1-4 Oktober mendatang di Odah Etam, Kantor Gubernur Kaltim.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kaltim, Heni Purwaningsih mewakili Ketua Dekranasda, Syarifah Suraidah Rudy Mas’ud, di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur, Kamis (10/9).
“BIFF bukan hanya sekedar festival. Tetapi ini sebagai langkah awal mengenalkan kekayaan budaya Kaltim baik di nasional maupun Internasional,” ucapnya.
Inipun disampaikan oleh Co-Founder BIFF, Yulia Hadi yang mengatakan bahwa gagasan lahirnya BIFF tak lepas dari dirinya yang merupakan putri daerah asal Batu Kajang, Kabupaten Paser, Kaltim.

Ia melihat potensi kekayaan Kaltim yang begitu luas. Sehingga lahirnya BIFF menjadi wadah pertemuan antara pelaku kerajinan, UMKM, budaya, pariwisata, komunitas kreatif, dan desainer-desainer di Kaltim.
“Adanya BIFF menjadi jembatan bagi pelaku kerajinan, UMKM, membagikan kekayaan budaya kreativitas, produk kuliner otentik Indonesia ke dunia. Pun, bentuk melestarikan warisan lokal sekaligus mempromosikan di panggung global,” terangnya.
Dengan keterlibatan pemerintah, pelaku usaha dan dukungan dari sponsor tentu BIFF menjadi salah satu faktor membangun kolaborasi, jejaring serta ekosistem kreatif yang berkelanjutan.
Project Manager BIFF, Anas Magfur menjelaskan dengan adanya BIFF menjadikan pintu memperkenalkan kebudayaan Kaltim secara luas. Tak hanya dari sektor fashion saja.
Tetapi melibatkan beberapa sektor dari penjahit, desainer, produksi, dan pelaku usaha. “Banyak sektor-sektor terlibat didalam. Sehingga kami berharap adanya BIFF ini menjadi perputaran ekonomi,” tekannya.
Terakhir, Creative Director BIFF, Tyas Dani menambahkan persiapan BIFF sendiri dimulai 1 Agustus lalu dengan menggelar audisi model dengan menghasilkan 29 model yang terpilih.
Pemilihan model tersebut berdasarkan pada karakter model yang dapat merepresentasikan identitas BIFF.
“Bukan hanya soal fostur secara fisik. Tetapi kami model tersebut memiliki karakter yang sangat kuat,” tambah Tyas.
Dirinya pun menyampaikan peran serta media dalam kegiatan BIFF ini sangat penting untuk mengenalkan ke masyarakat Kaltim khususnya dan pada umumnya di mata nasional dan Internasional.
“Acaranya di mulai 1-4 Oktober. 1-2 Oktober diisi talkshow, workshop. Sedangkan agenda utamanya akan digelar 3-4 Oktober,” tutupnya. (Red)













