DKP3A Kaltim Ingatkan Bahaya Stunting, Orangtua Diminta Perhatikan Gizi Anak

0
Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita. (Ozan)

Persepsinews, Samarinda – Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim Noryani Sorayalita mengatakan, masyarakat perlu mengetahui dampak bahaya stunting, agar kedepan mampu menciptakan generasi anak yang sehat.

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu panjang sehingga mengakibatkan terganggunya pertumbuhan pada anak.

Stunting juga menjadi salah satu penyebab tinggi badan anak terhambat, sehingga lebih rendah dibandingkan anak-anak seusianya.

Noryani mengungkapkan, bahaya stunting tidak hanya berdampak secara fisik melainkan juga secara intelektual.

“Berbahaya, karna stunting itu kan penurunan kualitas intelektual, jadi kalau kurang gizi itukan tidak hanya terjadi secara fisik tetapi secara intelektual,” tutur Noryani di Kantornya Jum’at (25/11/2022).

Terkait indeks stunting di Kaltim saat ini masih bisa dikatakan cukup baik dikarenakan berada di bawah nilai rata-rata nasional yakni berada di bawah 24,4 persen.

Pencegahan terkait stunting bisa dilakukan melalui penanganan yang tepat, seperti pemberian pola asuh yang tepat yakni dengan memberikan pola asuh yang tepat untuk anak, memberikan MPASI yang optimal, mengobati penyakit yang dialami anak, perbaikan kebersihan lingkungan dan penerapan hidup bersih keluarga.

Sorayalita menuturkan, stunting masih mampu di intervensi sapai dengan batas waktu sebelum 2 tahun. Dengan begitu, pencegahannya bisa mulai dilakukan pada masa kehamilan dengan memberikan pemahaman dan sosialisasi pemberian gizi yang tepat untuk anak.

“Stunting bisa diintervensi sampe batas waktu dua tahun, jadi pencegahannya dilakukan pada masa kemahamilan, ibu itu diedukasi bagaimana jadi kesiapan secara fisik misal lingkar lengan duapuluh hb minimal sembilan atau sepuluh,” ucapnya. (Ozn/ Adv DKP3A Kaltim)